Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan dengan Washington, sehingga Teheran harus menanggung segala konsekuensinya.

"Iran terlalu lama menegosiasikan kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sekarang, mereka harus membayar harganya," kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Trump juga mengeklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan.

"Militer Iran benar-benar porak poranda. Sebagian besar kekuatannya, seperti angkatan laut dan angkatan udara, bahkan nyaris tidak ada lagi. Mereka telah dikalahkan sepenuhnya," tulisnya.

Baca juga: Trump: Kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai pekan ini

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah terjado bentrokan antara pasukan AS dan Iran pada Selasa malam (9/6) di tengah ketegangan yang kembali meningkat di kawasan.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan jet tempur Amerika menyerang sistem pertahanan udara dan lokasi radar Iran di dekat Selat Hormuz, sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalasnya dengan melancarkan serangan terhadap 21 sasaran militer Amerika di pangkalan udara dan pangkalan angkatan laut AS di berbagai lokasi di kawasan.

Eskalasi konflik terbaru itu terjadi setelah beberapa hari ketegangan yang berfluktuasi di Timur Tengah, ketika Israel dan Iran saling melancarkan serangan militer sebelum kemudian mengurangi intensitas operasi mereka.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump: Israel tidak akan tingkatkan konflik dengan Iran

Baca juga: Paus Leo sebut konflik AS-Iran bukan perang yang adil

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.