Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyaluran bantuan logistik darurat serta perbaikan infrastruktur tanggul sungai yang jebol menjadi prioritas guna mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa langkah taktis tersebut diorkestrasikan oleh BPBD bersama pemerintah daerah setempat seiring dengan kondisi banjir yang kini telah surut sepenuhnya.

"Sebanyak 3.367 kepala keluarga (KK) terdampak dan 3.000an unit rumah warga sempat tergenang. BPBD bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik serta melakukan perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa genangan banjir yang sebelumnya melanda kawasan Desa Sei Bamban dan Kelurahan Batang Serangan, Kecamatan Padang Tualang itu dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang membuat saluran drainase serta aliran sungai meluap hingga mencapai ketinggian 50 hingga 80 centimeter.

Baca juga: BNPB: 2.706 keluarga penyintas banjir di Langkat dalam pendampingan

Berdasarkan laporan pemantauan terkini di lapangan, seluruh warga terdampak dipastikan sudah kembali ke kediaman masing-masing dan mulai beraktivitas secara normal setelah infrastruktur penahan debit air selesai diperbaiki secara darurat.

Meski wilayah Langkat baru saja didera banjir, BNPB justru mengingatkan adanya lompatan anomali cuaca di wilayah lain seiring dengan meningkatnya potensi ancaman bencana hidrometeorologi kering di tingkat nasional.

Oleh karena itu, Abdul mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan di wilayah rawan kebakaran hutan, menghemat penggunaan air bersih, serta melarang keras praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca juga: Pusdalops Sumut catat 3.406 KK terdampak banjir di Kabupaten Langkat

Pemerintah daerah juga diminta untuk memperketat pengawasan di wilayah rawan, mempercepat upaya pemadaman apabila ditemukan titik api, serta mengaktifkan posko dan patroli terpadu bersama TNI, Polri, dan relawan.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.