Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Dr. Toto Pranoto S.E., M.M menilai penguatan pengawasan impor dan implementasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik.
Menurut Toto, peluang produk dalam negeri untuk berkembang semakin terbuka, terutama ketika pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga barang impor menjadi lebih mahal. Namun, momentum tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan yang mampu melindungi industri nasional.
"Implementasi TKDN adalah kata kunci," kata Toto Pranoto kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Nintendo gugat pemerintah Amerika Serikat karena kebijakan tarif impor
Baca juga: Guru Besar UMY: Pertumbuhan ekonomi RI 8 persen bukan mustahil dicapai
Ia mengatakan pemerintah perlu memperketat pengawasan di pintu masuk impor guna mencegah masuknya barang selundupan yang dapat mengganggu daya saing produk lokal.
"Tantangan utama tentu terkait bagaimana industri lokal bisa dilindungi dari produk barang impor selundupan yang sangat marak akhir-akhir ini," ujarnya.
Selain itu, Toto menilai pelaku usaha dalam negeri, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga membutuhkan kepastian pasokan bahan baku untuk menjaga kelancaran proses produksi.
Menurut dia, ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting mengingat masih banyak industri domestik yang bergantung pada bahan baku impor.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perlindungan industri harus dibarengi dengan upaya peningkatan daya saing dari pelaku usaha itu sendiri.
Baca juga: Pemerintah siapkan strategi halal untuk bahan baku impor
Toto mengatakan produsen lokal perlu terus meningkatkan efisiensi produksi agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif dari sisi harga maupun kualitas.
Selain itu, akses yang kuat terhadap sumber pasokan bahan baku juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mengurangi risiko gangguan rantai pasok.
Ia menambahkan penguatan citra merek atau branding juga perlu menjadi perhatian pelaku usaha agar produk lokal semakin diminati masyarakat.
"Company branding yang kuat bisa jadi faktor yang menentukan daya saing mereka ke depan," kata Toto.
Menurut dia, sinergi antara kebijakan pemerintah dan peningkatan kapasitas pelaku usaha akan menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi produk lokal serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri secara berkelanjutan.
Baca juga: KESDM catat komitmen TKDN hulu migas capai 1,5 miliar dolar AS
Baca juga: VKTR sampaikan pengunduran diri Gilarsi Wahju sebagai dirut perseroan
Baca juga: Kemenperin permudah IKM peroleh sertifikat TKDN guna perluas pasar
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.