Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta Mualim Wijoyo meyakini pusat perbelanjaan atau mal tetap ramai pengunjung di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menurut Mualim, dukungan Pemprov yang selama ini mengadakan rentetan festival belanja bertabur diskon dan hadiah, serta memberikan insentif kepada para pelaku usaha, dapat membuat konsumsi atau belanja masyarakat tetap stabil.
"Selama ini pemerintah sudah men-support, ya. Pemprov DKI ini mengadakan Jakarta Festive Wonders, di mana itu merupakan ajang yang mendorong masyarakat untuk berbelanja. Sehingga kalau kita berpikir tentang dolar naik dan lain sebagainya, itu satu hal yang berbeda," kata Mualim dalam pembukaan Festival Jakarta Great Sale di Jakarta, Rabu.
Selain itu, kata Mualim, pusat-pusat perbelanjaan kini telah berkembang lebih dari sekadar tempat bertransaksi.
"Bahkan pusat belanja ini sudah bertransformasi dari hanya sekadar bertransaksi belanja, sekarang sebagai ajang experience," kata dia.
Pihaknya pun optimis bahwa pagelaran Festival Jakarta Great Sale (FJGS) yang dimulai pada Rabu ini sampai 22 Juli 2026 dapat mencapai target penjualan hingga Rp16 triliun.
"Kebetulan ini bersamaan dengan liburan anak sekolah. Jadi, kita tetap optimis. Kita tetap optimis bahwa Rp16 triliun bisa tercapai," kata Mualim.
Sementara itu, ajang belanja tahunan dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta tersebut diikuti sekitar 104 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Jakarta.
Uus mengatakan FJGS menjadi kegiatan strategis karena melibatkan para pengusaha dan pengelola mal untuk mendorong perputaran ekonomi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan roda perekonomian Jakarta.
"Mudah-mudahan ini juga akan menarik para konsumen untuk berbelanja di mal-mal yang ada di Jakarta," ujarnya.
Tak hanya pusat perbelanjaan besar, pelaksanaan FJGS 2026 juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Uus menjelaskan sejumlah mal telah bekerja sama dengan UMKM untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan selama festival berlangsung.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat peran mal sebagai penggerak ekonomi di lingkungan sekitarnya.
"Dengan adanya kolaborasi antara mal dengan para pelaku ekonomi, mudah-mudahan mal bisa menjadi 'orang tua' yang membantu menggerakkan roda perekonomian di lingkungan sekitarnya," ucap Uus.
Terkait target transaksi FJGS 2026 yang mencapai Rp16 triliun, Uus mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai meski daya beli masyarakat tengah menghadapi tekanan.
Menurutnya, optimisme itu didukung oleh kondisi ekonomi Jakarta yang masih menunjukkan pertumbuhan positif serta tingkat inflasi yang relatif terkendali.
"Kita enggak boleh pesimis, kita harus optimis. Dalam situasi kondisi seperti ini pun alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Jakarta cukup tinggi dan inflasi juga bisa kita kendalikan," kata dia.
Baca juga: Festival Jakarta Great Sale dibuka, libatkan ratusan mal dan UMKM
Baca juga: Jakarta Fair 2026 siap digelar selama 32 hari
Baca juga: 45 persen peserta Jakarta Fair Kemayoran 2026 dari sektor UMKM
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.