Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menilai rencana penyesuaian tarif Transjakarta, khususnya Transjabodetabek yang melayani wilayah penyangga perlu dikaji dengan mempertimbangkan keberlanjutan layanan, kemampuan fiskal daerah, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memastikan bahwa efisiensi operasional dan tata kelola subsidi telah berjalan secara optimal," kata Rio di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penyesuaian tarif Transjakarta memang merupakan hal yang wajar, mengingat tarif yang berlaku saat ini telah dipertahankan dalam kurun waktu yang cukup panjang.

"Evaluasi secara berkala merupakan hal yang wajar dilakukan, apalagi di tengah kemampuan fiskal daerah," ujarnya.

Menurut dia, kondisi fiskal daerah saat ini juga mengalami penyesuaian setelah dilakukan efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat, bahkan terdapat pengurangan dana bagi hasil (DBH).

Selain itu, kata Rio, transparansi penggunaan anggaran dan efektivitas belanja publik harus menjadi perhatian utama agar setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, perlu dipahami bahwa transportasi publik memiliki fungsi strategis sebagai layanan dasar masyarakat.

Oleh karena itu, setiap kebijakan tarif hendaknya mempertimbangkan daya beli warga serta dampaknya terhadap minat masyarakat untuk tetap menggunakan angkutan umum.

"Fokus utama Pemerintah Daerah sebaiknya tetap diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, ketepatan sasaran subsidi, serta penguatan integrasi antarmoda. Dengan layanan yang semakin baik, masyarakat akan memperoleh manfaat yang lebih besar dan tujuan pembangunan transportasi berkelanjutan dapat tercapai," katanya.

Baca juga: Legislator: Penyesuaian tarif Transjakarta tekan subsidi transportasi

Baca juga: Pramono janji pertimbangkan sungguh-sungguh tarif Transjabodetabek

Baca juga: Pemprov DKI siapkan putusan tarif Transjabodetabek, bukan lagi Rp3.500

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.