Tangerang (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menyebut penerapan inovasi layanan berupa corridor gate atau sistem otomatisasi membantu mempercepat proses kedatangan jamaah haji di bandara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana di Tangerang, Kamis mengatakan, bahwa corridor gate atau sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis seamless ini terbukti berhasil mempercepat waktu layanan hingga 90 persen terhadap debarkasi haji yang kembali ke tanah air.

"Tingkat keberhasilan penggunaan corridor gate saat ini mencapai sekitar 90 persen. Sedangkan 10 persen sisanya menggunakan pemeriksaan manual pada counter imigrasi akibat kendala teknis yang terjadi saat proses pengambilan data biometrik," katanya.

Menurutnya, kehadiran teknologi percepatan layanan ini untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah haji yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

"Untuk yang belum berhasil, kami langsung arahkan ke konter manual yang berada di dekat corridor gate agar tidak mengganggu antrean jemaah lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, inovasi ini menjadi salah satu upaya negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari keberangkatan melalui kerja sama Makkah Route hingga saat kepulangan bagi jemaah haji yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

"Negara harus selalu hadir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari keberangkatan melalui kerja sama Makkah Route hingga saat kepulangan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, menambahkan bahwa hingga hari ke-10 debarkasi, sistem tersebut digunakan untuk melayani kedatangan Kloter 25 yang berjumlah sekitar 441 jemaah.

Ia bilang, sebagian besar kendala terjadi karena posisi atau sudut wajah pengguna belum tertangkap kamera secara optimal saat melewati koridor pemeriksaan.

"Biasanya karena angle wajah yang ditampilkan kurang tepat sehingga tidak terbaca oleh sistem. Ini murni persoalan teknis dan bukan kendala yang signifikan karena langsung dapat ditangani melalui pemeriksaan manual," katanya.

Dibandingkan dengan auto gate yang selama ini digunakan di bandara internasional, corridor gate dinilai jauh lebih cepat. Jika auto gate memiliki standar layanan maksimal 15 detik per orang, sistem seamless hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik.

"Artinya prosesnya bisa lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan auto gate. Ini sangat membantu dalam mengurai antrean, terutama saat kedatangan jemaah haji dalam jumlah besar," ujar Jerry.

Sebelumnya, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Heru Karyadi mengungkapkan sebanyak 34.853 jamaah haji akan kembali pulang ke tanah air mulai 1 hingga 30 Juni 2026 melalui bandara udara terbesar di Indonesia.

Dari total 34.853 haji yang akan kembali ke Indonesia dimulai oleh dua debarkasi yakni Pondok Gede dan Bekasi dengan jumlah 836 orang.

"Jumlah tersebut terdiri atas 391 haji Debarkasi Pondok Gede dan 445 haji Debarkasi Bekasi, yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," katanya.

Secara keseluruhan fase kepulangan haji melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan 84 kelompok terbang (kloter).

Jumlah tersebut terdiri dari 8.701 haji Debarkasi Pondok Gede, 12.092 haji Debarkasi Bekasi, 9.096 haji Debarkasi Banten, serta 4.964 haji asal Lampung.

Baca juga: Imigrasi percepat layanan kepulangan jamaah haji di bandara

Baca juga: Ditjen Imigrasi sediakan corridor gate di Soetta dan Surabaya

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.