Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) melakukan penyegaran kepengurusan sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat kapasitas organisasi dan memperluas kontribusi kader dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.
Sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki pengalaman di sektor pemerintahan, olahraga, dunia profesional, dan pemberdayaan masyarakat, resmi bergabung dalam jajaran kepengurusan baru.
“Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu kami memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian di berbagai bidang,” ujar Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Baca juga: GP Ansor canangkan tahun pembangunan SDM di Susbanpim VIII
Ia mengatakan masuknya kader-kader muda dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus memperluas jejaring dan peran GP Ansor dalam berbagai sektor strategis nasional.
Beberapa nama yang masuk dalam kepengurusan baru antara lain Aminuddin Ma'ruf yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Muhammad Abdul Idris yang merupakan bagian dari jajaran Direksi Persiku Kudus, dan sejumlah kader muda lainnya yang selama ini aktif dalam berbagai bidang pengabdian.
Menurutnya, figur-figur yang bergabung dalam kepengurusan baru bukanlah sosok asing di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader yang telah lama berproses dalam tradisi kaderisasi NU dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.
Baca juga: GP Ansor: PP Tunas langkah progresif ciptakan ruang digital yang sehat
"Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi," katanya.
Addin menegaskan GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga harus mampu merespons tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
Karena itu, kata dia, organisasi membutuhkan kombinasi antara kader yang kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan memiliki kompetensi profesional yang dapat memperkuat tata kelola organisasi.
Baca juga: GP Ansor: Diplomasi Prabowo di BoP untuk dunia yang lebih damai
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.