Ningde, China (ANTARA) - Banyueli, sebuah desa kuno kelompok etnis She di Fujian, China tenggara, masih memiliki sebuah klaster rumah-rumah bergaya She yang terawat dengan baik serta beberapa unsur warisan budaya takbenda.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat telah meningkatkan upaya untuk melindungi dan merevitalisasi desa kuno tersebut dengan mempromosikan warisan budaya takbenda serta mengintegrasikan sumber daya budaya ke dalam pengembangan pariwisata.
Upaya-upaya ini telah menarik pengunjung dari dalam maupun luar negeri, serta membantu melindungi dan mewariskan warisan budaya kelompok etnis She.

Orang-orang mengunjungi Desa Banyueli di Kabupaten Xiapu, Kota Ningde, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, pada 10 Juni 2026.(Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Para podcaster merekam video acara seni potong kertas gaya She di Desa Banyueli, Kabupaten Xiapu, Kota Ningde, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, 10 Juni 2026. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Para podcaster merekam video acara seni potong kertas gaya She di Desa Banyueli, Kabupaten Xiapu, Kota Ningde, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, 10 Juni 2026. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Seorang podcaster menunjukkan sebuah karya seni potong kertas bergaya She di Desa Banyueli, wilayah Xiapu, Kota Ningde, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 10 Juni 2026. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.