Berapa pun jumlah mahasiswa internasional yang kita kelola, kualitas pelayanannya harus tetap prima. Mahasiswa yang dikelola dengan baik akan menjadi duta yang efektif untuk memperbanyak jumlah mahasiswa asing di kampus kita

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Indonesia meningkatkan daya tarik pendidikan nasional guna mendatangkan lebih banyak mahasiswa internasional melalui Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang.

Beasiswa KNB yang diharapkan menjadi katalisator untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Indonesia, sekaligus memperkuat internasionalisasi kampus.

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiktisaintek Mukhamad Najib mengatakan pendidikan tinggi merupakan instrumen strategis untuk menarik mahasiswa asing, seperti keberhasilan Australia dan Malaysia yang mampu mendatangkan ratusan ribu mahasiswa internasional meski porsi beasiswa pemerintah di sana tidak mendominasi.

"Negara-negara seperti Australia dan Malaysia mampu menarik mahasiswa internasional dalam jumlah besar secara mandiri. Suatu saat kita ingin hal itu juga terjadi di Indonesia," ujar Najib dalam Rapat Pleno Seleksi Beasiswa KNB Tahun 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara daring di Yogyakarta, Kamis.

Baca juga: RI sambut 250 mahasiswa internasional penerima Beasiswa KNB 2025

Ia menegaskan beasiswa KNB harus dipandang sebagai pemantik atau langkah awal untuk menumbuhkan minat mahasiswa asing melanjutkan studi di Indonesia. Pengalaman positif yang dirasakan para penerima beasiswa diharapkan mampu menjadi promosi efektif bagi negara asal mereka.

Terkait pelaksanaan seleksi tahun ini, Najib mengakui ada peningkatan jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi, sementara ketersediaan anggaran tetap. Kondisi ini membuat kuota penerima beasiswa menyesuaikan dengan alokasi yang ada.

Namun demikian ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak terletak pada kuantitas penerima, melainkan pada kualitas layanan akademik dan non-akademik. Menurutnya, kualitas pelayanan yang prima akan memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa asing.

Baca juga: Kemdiktisaintek pastikan beasiswa tak dipangkas meski ada efisiensi

"Berapa pun jumlah mahasiswa internasional yang kita kelola, kualitas pelayanannya harus tetap prima. Mahasiswa yang dikelola dengan baik akan menjadi duta yang efektif untuk memperbanyak jumlah mahasiswa asing di kampus kita," ucap Najib.

Selain aspek pendidikan, beasiswa KNB juga dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat. Oleh karena itu perguruan tinggi diimbau memberikan pengalaman terbaik agar para mahasiswa asing membawa citra positif tentang Indonesia saat kembali ke negara asal.

"KNB adalah bagian penting dalam menjaga diplomasi dengan negara sahabat. Mohon dihadirkan pengalaman terbaik bagi mereka, sehingga pesan yang mereka bawa pulang adalah pesan-pesan kebaikan tentang Indonesia," kata Direktur Kelembagaan Ditjen DIkti Kemdiktisaintek Mukhamad Najib.

Baca juga: Nadiem: Beasiswa KNB berpotensi ciptakan iklim pembelajaran baru

Pewarta: Sutarmi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.