Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akan menyiapkan skema pembiayaan kreatif (creative financing) untuk pengembangan lahan eks kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Dengan demikian, seluruh kebutuhan investasi nantinya ditanggung oleh mitra swasta sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"Kami tidak akan menggunakan dana APBD untuk mengembangkan kawasan ini. Kami akan membuka kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun dan mengelolanya," kata Pramono di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut sangat strategis karena berada di kawasan segitiga emas Jakarta, yaitu di antara Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Casablanca yang dikelilingi pusat bisnis, perkantoran, kedutaan besar, pusat perbelanjaan, serta kawasan hunian.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,53 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan. Pembangunannya pun diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun dan ditargetkan dimulai pada awal 2027.
Baca juga: Pramono sebut banyak aset Pemprov DKI belum dimanfaatkan maksimal
Menurut Pramono, minat investor terhadap proyek tersebut sudah terlihat. Sebelum diumumkan secara terbuka, sebanyak tujuh pihak telah menyampaikan ketertarikan mereka untuk berpartisipasi.
"Begitu rencana ini mulai diketahui, sudah ada tujuh peminat yang menyampaikan ketertarikan untuk membangun kawasan ini," ungkap Pramono.
Dia menegaskan proses pemilihan mitra nantinya dilakukan secara terbuka, transparan, dan profesional. Bahkan sejak awal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meminta pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk memastikan proses pemanfaatan aset tersebut berjalan sesuai aturan.
Lebih lanjut, dia menyebutkan eks lahan BPSDM itu akan dikembangkan menjadi Jakarta International Cultural Hub, yakni kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi budaya, hiburan, pertemuan dan pameran atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), hotel, serviced apartment, perkantoran, serta ruang publik.
Baca juga: DKI sebut GOR Bulungan salah satu aset yang bisa dioptimalisasi
Baca juga: Perda BMD dinilai dapat memaksimalkan aset daerah untuk tingkatkan PAD
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.