Saya sempat mengikuti beberapa anak muda Kupang yang membuat brand baju kaos lokal
Kupang, NTT (ANTARA) - Pengamat ekonomi Dr. Rolland E. Fanggidae menilai euforia Piala Dunia 2026 berpotensi mendorong perputaran ekonomi UMKM lokal melalui peningkatan aktivitas usaha di sektor kuliner, merchandise, dan industri kreatif.
"Euforia Piala Dunia 2026 ini sangat memberikan dampak bagi omzet UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, aksesoris, dan merchandise," kata dia di Kupang, Kamis.
Hal itu disampaikannya berkaitan dengan ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar mulai 11 Juni-19 Juli 2026.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang itu mengatakan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 membawa dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi negara tuan rumah, tetapi juga bagi pelaku usaha di daerah lain, termasuk di Indonesia.
Menurut dia, perubahan pola konsumsi masyarakat selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 juga berpotensi meningkatkan penjualan makanan ringan dan minuman, terutama karena banyak pertandingan disiarkan pada malam hari.
"Kafe, restoran, dan tempat-tempat nongkrong bisa mengoptimalkan potensi pendapatan mereka dengan menyesuaikan jam operasional mengikuti waktu siaran pertandingan. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan keuntungan," katanya.
Baca juga: Komisi VII: Siaran Piala Dunia di TVRI dorong perputaran ekonomi daerah
Baca juga: Telkomsel dan TVRI perluas akses Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV
Selain itu, euforia Piala Dunia 2026 juga mendorong peningkatan penjualan berbagai produk merchandise, seperti jersey, kaus, aksesori, dan pernak-pernik yang berkaitan dengan negara atau tim peserta.
“Apalagi dengan fanatisme masyarakat terhadap tim-tim tertentu yang cukup tinggi, pasti rela untuk mengeluarkan uang membeli merchandise sebagai bentuk dukungan,” ujarnya.
Di Kota Kupang, kata dia, sejumlah pelaku industri kreatif dan usaha sablon lokal juga mulai memanfaatkan momentum tersebut dengan memproduksi merchandise bertema Piala Dunia 2026.
Ia mencontohkan sejumlah brand lokal yang membuat kaus dengan desain bertema negara peserta, pemain sepak bola, bendera, maupun slogan yang mencerminkan dukungan terhadap tim tertentu.
“Saya sempat mengikuti beberapa anak muda Kupang yang membuat brand baju kaos lokal dan mereka juga menangkap peluang ini. Ini peluang yang bisa dimaksimalkan pelaku sektor industri kreatif, untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar ke depannya,” ujar dia.
Baca juga: Ribuan warga Ambon ikuti Color Fun Walk meriahkan Piala Dunia 2026
Baca juga: Pram minta BUMD-OPD yang gelar nobar Piala Dunia tak ganggu jam kerja
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.