Moskow (ANTARA) - China membatalkan dua pertemuan tingkat tinggi dengan perwakilan Uni Eropa, yang dijadwalkan pada Juni, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua pihak, menurut laporan The Financial Times pada Kamis.

Mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu melaporkan bahwa salah satu pertemuan yang dibatalkan merupakan dialog tingkat menteri mengenai isu digital.

Sementara itu, pertemuan lainnya diagendakan melibatkan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Politik pada Dinas Aksi Eksternal Uni Eropa, Olof Skoog.

Alasan pembatalan kedua pertemuan tersebut belum diungkapkan. Langkah itu terjadi di tengah memburuknya hubungan dagang antara Beijing dan Brussel.

Baca juga: China tolak revisi UU Keamanan Siber Uni Eropa

Pada 7 Juni, Ketua Kelompok Partai Rakyat Eropa di Parlemen Eropa, Manfred Weber, menyerukan Uni Eropa untuk memperketat langkah-langkah perdagangan terhadap China. Weber mengklaim bahwa tanpa tindakan tersebut, Beijing dapat melumpuhkan industri Eropa.

Sebelumnya pada Mei, media Politico melaporkan Komisi Eropa telah menyiapkan paket langkah perlindungan perdagangan guna menghadapi masuknya barang-barang murah dari China.

The Financial Times juga melaporkan Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic sedang mengkaji penerapan tarif terhadap produk kimia dan peralatan asal China untuk membendung lonjakan impor yang dinilai telah menekan daya saing produsen Eropa.

Menurut laporan tersebut, langkah-langkah baru itu bertujuan melindungi industri Eropa dari derasnya arus produk China di pasar kawasan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: China tak ingin beri saran hubungan AS dan Eropa yang memanas

Baca juga: Uni Eropa akan larang peralatan buatan China di infrastruktur penting

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.