Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto progres penutupan perlintasan sebidang yang sudah dilakukan di 172 lokasi dan 490 dalam proses.
"Tadi kita update ke beliau bahwa kita buat progres cepat untuk perlintasan sebidang ini," kata Menhub Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis.
Dia menjelaskan sebanyak 172 perlintasan sebidang yang sudah ditutup dan 490 sedang dalam proses untuk ditutup, serta tersisa 1.148 yang akan ditutup.
"Yang paling banyak Jakarta, Jabodetabek paling banyak. Ada 166 (palang perlintasan)," ujar Dudy.
Baca juga: Prabowo: Kereta api jadi fokus pemerintah karena strategis dan vital
Dalam pertemuan itu, Menhub juga menyampaikan kepada Presiden bahwa pemerintah akan melakukan renovasi Stasiun Gambir dalam dua tahun yang terintegrasi dengan KRL Commuter Line yang berstatus nasional.
Selain itu, terdapat pula rencana memastikan Stasiun Manggarai menjadi hub.
Isu perlintasan sebidang sendiri menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir, mengingat bahaya yang masih mengintai karena potensi kecelakaan kereta api dengan kendaraan lain.
Baca juga: Prabowo perintahkan AHY buat rencana jaringan kereta api di Kalimantan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebelumnya menyampaikan berencana untuk menerapkan teknologi automatic train protection (ATP) pada jaringan kereta api konvensional untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.
Menurut data pemerintah, dari total 3.674 perlintasan sebidang yang terdata, sebanyak 1.810 di antaranya tidak dijaga. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan memiliki lebar jalan kurang dari dua meter, sedangkan 1.638 lainnya memiliki lebar jalan lebih dari dua meter.
Baca juga: Presiden Prabowo anggarkan KAI Rp5 triliun untuk tambah gerbong kereta
Baca juga: Menhub: Presiden instruksikan penguatan keselamatan perkeretaapian
Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.