Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Afrika Selatan Hugo Broos menyebut timnya membutuhkan keberuntungan untuk memenangkan laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan tuan rumah Meksiko.
Laga pembuka ini dimainkan di Stadion Azteca, Mexico City, pada Jumat (12/6) dini hari pukul 02.00 WIB.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat. Kami harus tampil di level terbaik dan juga membutuhkan sedikit keberuntungan," kata Broos dalam laman sepak bola Afrika Selatan pada Kamis.
Laga ini ulangan pertandingan pembuka Piala Dunia 2010 ketika tuan rumah Afrika Selatan imbang 1-1 melawan Meksiko di Stadion Soccer City, Johannesburg.
Itu satu-satunya pertemuan kedua tim dalam Piala Dunia FIFA, saat gol Siphiwe Tshabalala membawa Bafana Bafana unggul lebih dahulu sebelum legenda hidup Meksiko Rafael Marquez menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Baca juga: Meksiko dilanda demam sepak bola jelang pembukaan Piala Dunia 2026
Pertandingan itu sampai saat ini masih dikenang, terutama karena atmosfer di Afrika Selatan ketika itu, ditambah selebrasi ikonik sang pencetak gol yang menari seirama dengan rekan-rekannya.
Piala Dunia tahun ini yang dimainkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi Piala Dunia keempat Afrika Selatan setelah 1998, 2002, dan 2010.
Afrika Selatan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan babak kualifikasi sebagai juara Grup C dengan 18 poin, satu poin di atas Nigeria yang tak lolos ke turnamen empat tahunan ini karena kalah adu penalti dalam playoff melawan Republik Demokratik Kongo.
Broos memastikan, meski tim asuhannya sudah lama tak masuk Piala Dunia, Bafana Bafana tetap akan berjuang maksimal guna menumbangkan tuan rumah.
"Saya bisa pastikan tim saya siap dan akan berjuang selama 90 menit. Setelah itu, kita lihat hasil akhirnya bagaimana," kata ucap pelatih berusia 74 tahun itu.
Baca juga: Meksiko vs Afrika Selatan: El Tri dijagokan menang
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.