Beirut (ANTARA) - Kelompok gerakan perjuangan Hizbullah Lebanon, Kamis, mengatakan mereka telah melancarkan sembilan operasi tempur terhadap tentara Israel pada Rabu (10/6) akibat pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Zionis.

"Kelompok perjuangan Islam telah melakukan sembilan operasi tempur terhadap pasukan Israel yang bertindak bermusuhan pada Rabu," demikian bunyi pernyataan dari Hizbullah tersebut.

Menurut kelompok perjuangan tersebut, salah satu operasi penyerangan itu menargetkan markas komando baru Brigade Lapis Baja ke-401 tentara Israel di pemukiman Dibbine di Lebanon selatan, yang diserang oleh sekelompok drone serbu.

Selain itu, pernyataan tersebut juga mengeklaim bahwa markas operasional tentara Israel di pemukiman Bayada juga telah dihantam roket.

Selain serangan terhadap pos komando, kelompok perjuangan itu juga mengeklaim serangan roket terhadap konsentrasi pasukan dan peralatan Israel di daerah Kantara, Bayada, dan Yahmar al-Shaqif.

Operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, kata pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu menyampaikan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret telah meningkat menjadi 3.696, dengan 11.413 lainnya terluka.

Menurut kementerian tersebut, dalam sehari terakhir, jumlah korban tewas di Lebanon bertambah 30 orang, serta jumlah korban luka bertambah 92 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Iran hentikan serangan ke Israel, akan gempur jika Lebanon dibom lagi

Baca juga: Iran: AS bertanggung jawab atas serangan Israel di Lebanon

Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.