Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) memperkuat kolaborasi pendidikan inklusif guna memastikan tidak ada murid yang tertinggal dalam mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan anak-anak penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta murid di wilayah terpencil masih sering menghadapi tembok struktural untuk mendapatkan hak belajar yang setara sehingga penting bagi para pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi se-Asia Tenggara berkumpul dalam forum Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Centre Policy Research Network (CPRN) Summit 2026.
“Hubungan yang terbangun di ruangan ini, yang dibentuk oleh kerja bersama selama bertahun-tahun, perbedaan pendapat yang jujur, dan rasa saling menghormati, merupakan suatu bentuk infrastruktur kebijakan tersendiri,” kata Sesjen Suharti di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan acara tersebut menjadi momentum bersejarah dengan diresmikannya kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara SEAMEO dan Global Partnership for Education Knowledge and Innovation Exchange Europe, Middle East and North Africa, Asia and Pacific (GPE KIX EMAP) Hub demi mempercepat transformasi hasil riset menjadi kebijakan konkret di kelas.
Menurut dia, jalinan relasi di antara para praktisi dan peneliti lintas negara merupakan fondasi terkuat bagi keberhasilan pendidikan anak-anak.
Baca juga: Kemendikdasmen-SEAMEO jemput aspirasi perkuat pendidikan inklusif
Ia menekankan bahwa riset kebijakan seringkali menjadi kerja sunyi yang jarang menjadi sorotan utama media, namun konsisten membentuk masa depan murid.
“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi SEAMEO CECCEP di bawah kepemimpinan Vina Adriany yang telah mempersiapkan forum ini dengan luar biasa,” kata Suharti.
Semangat kebersamaan regional ini diperkuat oleh Direktur SEAMEO Secretariat Datuk Habibah Abdul Rahim.
Ia menyebutkan penandatanganan kerja sama yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi SEAMEO yang ke-60, menjadi jembatan berharga untuk memperluas akses praktik-praktik baik bagi anak-anak di seluruh kawasan.
“Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat memperluas peluang pembelajaran lintas negara, memperkuat praktik-praktik yang menjanjikan, dan berkontribusi pada sistem pendidikan yang lebih responsif serta inklusif bagi murid di Asia Tenggara dan sekitarnya,” ujar Habibah.
CPRN Summit 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan dokumen riset, melainkan juga panduan kebijakan yang inklusif dan adil.
Baca juga: Kemendikdasmen-SEAMEO finalisasi peta jalan layanan PAUD di ASEAN
Gotong royong berskala regional ini menjadi bukti nyata seluruh pemangku kepentingan di Asia Tenggara bergerak dengan satu ketulusan yaitu memastikan tidak ada satu pun murid yang terabaikan dalam meraih masa depannya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.