Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengawal akselerasi ekspor produk perikanan senilai Rp1,3 miliar tujuan Malaysia, guna memastikan produk ikan tersebut bebas hama dan penyakit.

"Kita memastikan produk perikanan ini bebas dari penyakit, memenuhi standar mutu dan sesuai dengan persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan pengawasan ekspor produk perikanan sebanyak 11 ton ikan segar dengan rincian 420 kilogram udang laut, 6.510 kilogram cumi-cumi, dan 210 kilogram rajungan tujuan Malaysia ini untuk memastikan kelancaran ekspor komoditas perikanan asal Bangka Belitung ke Negeri Jiran tersebut.

"Ekspor produk perikanan senilai Rp1,3 miliar ini diberangkatkan melalui Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang berjalan dengan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Baca juga: Barantin: Komoditas unggulan daerah perlu percepatan ekspor

Baca juga: KKP: Rajungan Indonesia lolos standar AS hingga 2029

Ia menegaskan bahwa peran karantina tidak hanya sebatas penerbitan sertifikat kesehatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelindungan maksimal pelayanan optimal melalui jaminan kesehatan, kualitas dan keamanan komoditas yang dilalulintaskan dari hulu ke hilir.

"Melalui pengawasan yang ketat ini, kami berupaya memberikan jaminan kepada negara tujuan bahwa produk perikanan dari Bangka Belitung aman, sehat, dan layak dikonsumsi," katanya.

Menurut dia keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas perikanan Bangka Belitung memiliki daya saing yang kuat di pasar global, karena bermutu, berkualitas dan memiliki cita rasa yang lebih enak dibandingkan daerah lainnya.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha melalui pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan akuntabel guna mendorong peningkatan ekspor, memperkuat perekonomian daerah, serta siap mengawal program hilirisasi dan pengembangan sektor perikanan nasional secara terintegrasi," katanya.

Baca juga: KKP: Ikan nila jadi andalan baru ekspor, tembus AS dan Eropa

Baca juga: Pemprov Kepri lepas ekspor 800 kilogram ikan tujuan Australia

Baca juga: KKP catat ekspor perikanan RI capai Rp16,7 triliun per Maret 2026

Pewarta: Aprionis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.