kita ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Pekerjaan Umum resmi memulai tahap penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) sebagai upaya menghadirkan destinasi wisata yang siap menopang pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat.

"Melalui penataan ini, kita ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat, sekaligus menjadi ikon baru penopang industri pariwisata Provinsi Bengkulu,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis.

Helmi mengatakan penataan Danau Dendam Tak Sudah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan Bengkulu agar mampu bersaing dengan daerah lain dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Menurut dia pembangunan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia menjelaskan pembangunan Danau Dendam Tak Sudah telah dimulai sejak 2022 melalui pembebasan lahan seluas 48.703 meter persegi dengan anggaran tahap awal sekitar Rp28 miliar.

Pada 2023, pembangunan dilanjutkan dengan pembangunan elevated road atau jalan layang yang kini telah berfungsi dengan nilai pekerjaan mencapai Rp89 miliar serta program pematangan lahan senilai Rp2 miliar. Total anggaran yang telah direalisasikan untuk pembangunan dasar kawasan tersebut mencapai Rp119 miliar.

Setelah infrastruktur dasar dinyatakan siap, menurut dia pemerintah kini memasuki tahap penataan kawasan dengan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp37,12 miliar yang akan digunakan untuk menghadirkan kawasan wisata yang representatif, tertata, dan ramah lingkungan dan memberikan dampak ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga: Wamen Pariwisata: Danau Dendam Bengkulu miliki potensi wisata menarik

Baca juga: Masyarakat dukung perubahan status cagar alam Danau Dendam Tak Sudah

Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang telah mendukung proses persiapan pembangunan kawasan tersebut.

Menurut dia, penyerahan lokasi pekerjaan sementara penataan kawasan kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya menjadi bukti sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam mempercepat pembangunan destinasi wisata unggulan.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Kawasan, dan Prasarana Bengkulu Fery Erawan mengatakan proyek tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menghadirkan ruang publik yang nyaman, indah, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Nota kesepakatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fery.

Pada kegiatan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu juga menyerahkan lokasi sementara penataan kawasan seluas sekitar 19.000 meter persegi di Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Bengkulu guna mendukung percepatan pembangunan Danau Dendam Tak Sudah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di daerah itu.

Baca juga: Menteri PU siapkan Rp268 miliar untuk revitalisasi Danau Sihombak

Baca juga: Kementerian PUPR sosialisasi revitalisasi tiga danau di Kapuas Hulu

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.