Sistem pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan mengutamakan tenaga kerja lokal serta pembelian material dari toko-toko setempat
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pembangunan ruang kelas baru hingga rehabilitasi ruang kelas lama lewat program revitalisasi satuan pendidikan berhasil menggerakkan ekonomi lokal masyarakat di sekitar sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah memiliki dampak ganda, yakni menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik, sekaligus menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat.
“Revitalisasi sekolah tidak hanya membangun sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sistem pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan mengutamakan tenaga kerja lokal serta pembelian material dari toko-toko setempat,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Kamis.
Revitalisasi sekolah, kata dia, pada akhirnya menjadi investasi sosial yang memperkuat pendidikan sekaligus menghidupkan roda ekonomi masyarakat, menghadirkan manfaat yang dirasakan bersama dari ruang kelas hingga lingkungan sekitar.
Baca juga: Kemendikdasmen: Dua inovasi digitalisasi pendidikan diakui PBB
Pada kesempatan berbeda, Kepala SDN Leuwibatu 02, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Sudrajat mengatakan pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dari proses revitalisasi.
“Dari mulai pembangunan pun kita harus melibatkan masyarakat. Komite kita berdayakan, masyarakat kita berdayakan. Alhamdulillah masyarakat membantu kami,” ujar Sudrajat.
Ia mengatakan selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja, sementara kebutuhan material pembangunan juga dipenuhi dari usaha-usaha lokal di sekitar sekolah.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, ia mengatakan SDN Leuwibatu 02 memperoleh enam ruang kelas baru, satu toilet, serta rehabilitasi tiga ruang kelas dengan anggaran Rp2,1 miliar.
Sementara SD Negeri Leuwibatu 03 mendapatkan tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, serta rehabilitasi empat ruang kelas dengan anggaran Rp1,5 miliar. Kedua sekolah ini sekarang digabung menjadi SDN Leuwibatu 02.
Baca juga: Kemendikdasmen-SEAMEO perkuat kolaborasi pendidikan inklusif
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.