Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar dan Menlu Mesir Badr Abdelatty, Kamis, menekankan pentingnya kelanjutan dialog dan keterlibatan diplomatik di tengah pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan, kedua menteri tersebut bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional yang sedang berkembang serta menegaskan kembali komitmen mereka terhadap diplomasi sebagai sarana untuk mendorong perdamaian dan stabilitas.
Percakapan telepon itu berlangsung ketika Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan udara pada malam sebelumnya, Rabu (10/6), meskipun kedua pihak telah mencapai gencatan senjata pada April lalu untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari secara permanen.
Baca juga: Lagi, AS serang sejumlah fasilitas utama di Iran
Dalam pernyataannya, Kemlu Pakistan menyebut Menlu Abdelatty mengapresiasi upaya mediasi yang terus dilakukan Pakistan.
Kedua pemimpin juga menyampaikan harapan agar berbagai inisiatif diplomatik yang sedang berlangsung dapat menghasilkan kesepahaman lebih awal di antara pihak-pihak terkait, serta berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan secara berkelanjutan.
Menlu Abdelatty juga menyampaikan undangan kepada Menlu Ishaq Dar untuk menghadiri pertemuan tingkat menlu Regional Four (R-4) yang akan diselenggarakan di Mesir pada akhir Juni. Menlu Dar pun menerima undangan tersebut.
Kedua menteri juga sepakat untuk terus menjalin komunikasi erat dan melanjutkan konsultasi mengenai perkembangan regional, serta berbagai isu yang menjadi perhatian bersama, demikian pernyataan Kemlu Pakistan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kuwait sempat tutup wilayah udara saat situasi Timur Tengah memanas
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.