Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan mendorong perguruan tinggi untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda unggulan yang merupakan bagian penting dari implementasi Kampus Berdampak.

"Kampus diharapkan memberikan pelayanan, pembinaan, sekaligus menjadi fasilitator lahirnya wirausahawan-wirausahawan berbasis mahasiswa. Kampus juga harus memiliki kepedulian sosial untuk menyelesaikan problem sosial, salah satunya adalah pengangguran," kata Wamen Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Wamendiktisaintek mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha dan dunia industri untuk mempercepat lahirnya wirausahawan muda berbasis potensi lokal.

Salah satu model yang tengah dikembangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah konsorsium perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mempertemukan kampus, pemerintah daerah, dan mitra industri dalam pengembangan kewirausahaan berbasis budaya dan potensi daerah.

Sebagai bentuk komitmen dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan mahasiswa, Kemdiktisaintek terus mengembangkan berbagai program, salah satunya Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Baca juga: Wamen Stella: Saatnya bangun Jakarta dengan sains dan teknologi

"Program ini memberikan dukungan pendanaan, pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha bagi mahasiswa yang telah merintis usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas," ujar Fauzan.

Diketahui, pandangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian penting dari visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang. Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif yang menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi tersebut menuntut penguatan ekosistem kewirausahaan, termasuk melalui peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan mampu menciptakan peluang usaha.

Maka dari itu, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan pencari kerja job seeker, tetapi juga pencipta lapangan kerja job creator yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Baca juga: Kemdiktisaintek ajak kampus tingkatkan daya tarik lewat Beasiswa KNB
Baca juga: Kemdiktisaintek-IRD Prancis perkuat kemitraan riset dan inovasi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.