Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menyatakan bahwa tawaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator bagi Amerika Serikat dan Iran masih tetap terbuka di tengah ketegangan yang tak kunjung mereda.

“Tawaran selalu terbuka, tetapi tentunya hal tersebut memerlukan kesepakatan dari semua pihak,” kata Wamenlu merespons pertanyaan wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis.

Ia menyatakan bahwa tawaran tersebut merupakan bentuk niat baik Presiden Prabowo untuk memainkan perannya dalam mengakhiri konflik AS-Israel dan Iran yang berdampak besar bagi seluruh dunia.

Presiden RI pun senantiasa siap menyediakan jasa-jasa baiknya (good offices) dalam mendukung penyelesaian konflik yang terjadi, ujar Wamenlu RI yang akrab disapa Tata itu.

“Ini adalah niat baik dari Presiden Prabowo, di mana beliau selalu mengatakan siap memberi jasa baiknya,” ucap dia.

Lebih lanjut, Wamenlu Tata berkata bahwa Indonesia amat menyayangkan AS dan Iran yang kini justru kembali saling serang dan terlibat dalam kontak senjata, sehingga menimbulkan ketegangan baru di Selat Hormuz.

Ia menyatakan, perang yang berlanjut tak hanya berdampak bagi masyarakat di negara-negara berkonflik, yaitu AS dan Iran, tetapi juga pada banyak negara.

“Kita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan,” demikian Wamenlu RI.

Adapun pada saat perang antara AS-Israel dan Iran pecah pertama kalinya pada 28 Februari, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi memulihkan situasi keamanan di kawasan.

"Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada 28 Februari.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Setelah gencatan senjata serta berlarutnya negosiasi, bentrokan antara pasukan Iran dan AS kembali pecah pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat di perairan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sementara itu, Markas Besar Khatam al-Anbiya mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz untuk pelayaran komersial imbas ketegangan yang terjadi, menurut laporan Xinhua.

Baca juga: Pakar: Indonesia dapat menjadi penengah perdamaian antara Iran dan AS

Baca juga: Pakistan dan Mesir dorong jalur diplomasi di tengah konflik AS-Iran

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.