Pelatihan yang paling banyak diikuti dan mendapatkan tanggapan paling positif adalah Pemasaran Digital dan Penjualan Daring
Nusantara (ANTARA) - Di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tersimpan kisah yang tak kalah penting diketahui publik.
Ini bukan kisah tentang infrastruktur megah, namun kisah tentang manusia, tentang harapan, dan tentang bagaimana masyarakat lokal bertransformasi dari sekadar penonton pembangunan menjadi penggerak utama perekonomian masa depan.
Otorita IKN sejak awal menegaskan komitmen: Pembangunan IKN harus menempatkan warga lokal sebagai prioritas utama.
Tidak ada kemajuan yang berarti jika masyarakat sekitar tidak merasakan manfaat nyata, maka seluruh langkah pembangunan dirancang dengan memastikan warga setempat memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi bagian dari kemajuan yang sedang dibangun.
Komitmen mulia ini tidak hanya berhenti pada seruan, namun diwujudkan melalui rangkaian kolaboratif terstruktur dan berkelanjutan.
Tujuannya jelas, mendongkrak kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Salah satu langkah konkret yang baru dilaksanakan adalah Akademi SIAPIK 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 dengan melibatkan berbagai sektor.
Kerja sama saling melengkapi ini diinisiasi Sekretariat Kerja Bersama Kompleks Perkantoran BI IKN, didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Program ini ditujukan bagi para pelaku UMKM yang beroperasi di wilayah inti IKN maupun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna memperkuat literasi finansial, mendorong inklusi keuangan, sekaligus memperluas akses mereka terhadap permodalan dari perbankan dan keuangan resmi.
Literasi keuangan
Inti program ini adalah pengenalan dan pelatihan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), dirancang khusus untuk memudahkan pelaku usaha dalam mencatat dan mengelola keuangan usahanya secara rapi, akurat, dan terstruktur.
Para peserta juga dibekali pemahaman menyeluruh mengenai tata kelola keuangan usaha yang sederhana namun efektif, cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha, hingga pemahaman yang lebih luas mengenai dunia keuangan.
Panitia juga memfasilitasi sesi yang dinantikan seluruh peserta, yaitu Business Matching atau pertemuan pencocokan usaha. Melalui forum ini, para pelaku UMKM dipertemukan secara langsung dan tatap muka dengan perwakilan dari berbagai lembaga jasa keuangan dan perbankan terkemuka.
Di sini, mereka bisa menyampaikan profil usahanya, menjelaskan kebutuhan modal, dan membuka peluang kerja sama yang disesuaikan dengan karakteristik dan skala usaha.
Ini adalah kesempatan emas yang selama ini sering sulit dijangkau oleh pengusaha kecil, yakni mereka bisa berkomunikasi langsung dengan lembaga keuangan tanpa perantara.
Berdaya bersama
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.