Banda Aceh (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyebut jamaah haji Aceh mengisi waktu tunggu jadwal kepulangan ke tanah air dengan rutinitas ibadah hingga berziarah.

"Para jamaah yang sudah berada di Madinah sambil menunggu kepulangan mereka di sana beribadah dan juga city tour," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Kamis.

Sebanyak 13 dari 14 kloter asal Aceh dipulangkan ke tanah air melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dalam gelombang kedua mulai 16 Juni 2026.

Sedangkan satu kloter Aceh masuk gelombang pertama, yang berangkat dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada 15 Juni 2026.

Sejak 7 Juni 2026 hingga hari ini, kata Arijal, jamaah haji Aceh telah dimobilisasi dari Makkah menuju Madinah menggunakan 10 unit bus per harinya, dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Kemenhaj bagikan tips terhindar dari badal haji fiktif

Ia menjelaskan, kegiatan jamaah haji Aceh selama di Madinah diisi dengan ibadah shalat rawatib di Masjid Nabawi, serta shalat dan berdoa di Raudhah.

"Kemudian, jamaah haji Aceh juga mengikuti ziarah/city tour yang menjadi program dari syarikah, yaitu ke kebun kurma, Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Masjid Khondaq," ujarnya.

Sejauh ini, tambah dia, jamaah haji Aceh yang sudah berada di Madinah sebanyak 1.564 orang dari empat kelompok terbang (kloter 2-5). Sementara jamaah lain terus menyusul setiap harinya.

Dalam kesempatan ini, dia kembali mengingatkan kepada para jamaah untuk dapat menjaga kesehatan selama berada di Madinah, dengan tidak banyak beraktivitas di luar dan menggunakan waktu luang untuk beristirahat.

"Kita imbau kepada jamaah Aceh yang saat ini sudah berada di Madinah atau yang masih di Makkah untuk selalu menjaga kesehatan, perbanyak istirahat hingga jadwal kepulangan masing-masing," demikian Arijal.

Baca juga: Pemkot Bukittinggi sambut kepulangan 252 haji Kloter 7

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.