Pada Kamis pagi, luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut masih berada di angka 31,1 ha
Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Aceh Barat hingga Kamis (11/4) sore kian meluas mencapai 34,1 ha.
Sebelumnya, pada Kamis pagi, luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut masih berada di angka 31,1 ha.
"Hingga sore ini, total area yang terdampak karhutla mencapai 34,1 hektare. Wilayah terparah berada di Kecamatan Bubon dengan total 25 hektare lahan terbakar," Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan di Meulaboh, Kamis.
Dia mengatakan, titik api terluas berada di Kecamatan Bubon, disusul oleh Kecamatan Samatiga, Meureubo, Johan Pahlawan, dan Arongan Lambalek.
Baca juga: Kemenhut prioritaskan Rp550 miliar buat sarpras & infrastruktur gambut
Adapun sebaran karhutla di Kabupaten Aceh Barat diantaranya Kecamatan Bubon dengan luas lahan yang sudah terbakar mencapai 25 Ha, meliputi Desa/Gampong Beurawang (15 Ha) dan Kuta Padang Layung (10 ha).
Kecamatan Samatiga di Desa Cot Seumeureung seluas 4 ha, Kecamatan Meureubo seluas 2,6 ha meliputi Desa/Gamponh Ujong Tanoh Darat, yakni titik pertama 1,6 ha dan titik kedua 1 ha.
Kemudian di Kecamatan Johan Pahlawan luas lahan yang sudah terbakar sekitar 1,5 ha meliputi Desa Lapang (1 ha) dan Desa Seuneubok (0,5 ha), dan di Desa Gunong Pulo Kecamatan Arongam Lambalek (1 ha).
Teuku Ronal menjelaskan, kemunculan titik api terdeteksi secara bertahap sejak akhir Mei lalu melalui aplikasi Lancang Kuning, SiPongi+, serta laporan langsung dari masyarakat.
Merespons kondisi tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan di darat maupun udara.
Baca juga: BNPB sudah sebar 11 ton garam di langit Aceh untuk atasi karhutla
Ia mengatakan pemadaman jalur darat telah konsisten dilakukan oleh tim gabungan sejak 31 Mei 2026 hingga hari ini.
Khusus hari Kamis (11/6), tim fokus melakukan patroli pemantauan di Kecamatan Bubon dan penanganan intensif di Desa Cot Seumeurueng, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Guna mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau, operasi udara (Operasi Modifikasi Cuaca/OMC) olej BNPB telah dilakukan sejak tanggal 3-10 Juni 2026.
Selain itu, aksi Water Bombing menggunakan helikopter BNPB juga dikerahkan sejak 7 Juni hingga saat ini.
Teuku Ronal mengatakan operasi pemadaman api ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebakaran Universitas Teuku Umar (UKM PK UTU), hingga masyarakat setempat.
"Tim gabungan dipastikan akan terus bersiaga di lokasi hingga seluruh titik api benar-benar padam total," katanya.
Baca juga: BNPB lakukan "water bombing" guna padamkan karhutla di Aceh Barat
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.