Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan layanan pengasuhan anak melalui penataan daycare secara nasional antarkementerian/lembaga dan daerah.

"Kementerian PPPA terus melakukan berbagai upaya penanganan dan perbaikan sistem secara berkelanjutan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan anak, sekaligus memastikan setiap penyelenggara layanan pengasuhan memenuhi standar yang menjamin keselamatan dan hak tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal.

"Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, memperkuat layanan perlindungan dan pemulihan korban secara komprehensif, serta mendorong dilakukannya pendataan dan pengawasan terhadap lembaga pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya mencegah terulangnya kasus serupa," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Selain mendorong penguatan tata kelola dan pengawasan layanan daycare, Menteri Arifah Fauzi juga menekankan pentingnya menghadirkan rasa nyaman bagi orang tua yang mempercayakan pengasuhan anaknya kepada lembaga layanan.

Salah satunya melalui penerapan sistem CCTV yang dapat diakses langsung oleh orang tua sehingga kondisi dan aktivitas anak selama berada di daycare dapat dipantau secara real time.

Baca juga: Arifah serukan stop kekerasan terhadap anak di daycare

Dalam rapat tersebut, orang tua korban dari Daycare Little Aresha turut menyampaikan pengalaman dan dampak yang masih dirasakan anak-anak pasca kejadian.

Mereka mengungkapkan bahwa trauma akibat kekerasan dan penelantaran masih mempengaruhi kondisi anak, baik dari sisi fisik maupun psikologis, mulai dari gangguan tumbuh kembang hingga perubahan perilaku yang masih membutuhkan pendampingan dan pemulihan secara berkelanjutan.

Baca juga: Kemendukbangga: "Tamasya" bukti keberpihakan pada pekerja perempuan

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.