Surabaya (ANTARA) - Di tengah kepadatan bangunan, lalu lintas yang tak pernah benar-benar lengang, dan aktivitas ekonomi yang berlangsung hampir tanpa jeda, sebuah kota modern bergantung pada banyak hal untuk menjaga keselamatannya. Salah satunya adalah keberadaan personel pemadam kebakaran yang bekerja dalam hitungan menit ketika kepanikan sedang mencapai puncaknya.

Sirene yang terdengar membelah jalan sering kali dipahami sekadar tanda adanya kebakaran. Padahal, di balik suara itu terdapat sistem yang jauh lebih kompleks. Personel pemadam kebakaran masa kini tidak lagi hanya memadamkan api, tetapi juga mengevakuasi korban kecelakaan, melakukan penyelamatan di gedung bertingkat, menangani kondisi darurat medis, hingga melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di perairan.

Perubahan peran tersebut terlihat jelas di Surabaya. Kota terbesar kedua di Indonesia itu terus berkembang dengan pertumbuhan kawasan permukiman, gedung bertingkat, pusat perdagangan, serta infrastruktur perkotaan yang semakin kompleks.

Risiko kedaruratan ikut berubah. Kebakaran tidak lagi menjadi satu-satunya ancaman. Banjir, kecelakaan kerja, insiden di ruang terbatas, hingga keadaan darurat yang memerlukan penyelamatan khusus menjadi tantangan baru yang harus dihadapi petugas di lapangan.

Karena itu, investasi terbesar dalam layanan pemadam kebakaran bukan semata pada armada dan peralatan, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Langkah Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) yang menggelar pelatihan Firefighter (FF) Level 2 bagi personel terpilih menunjukkan arah kebijakan yang menarik. Fokusnya bukan hanya menambah jumlah petugas, melainkan memperkuat kompetensi pemimpin lapangan yang menjadi pengambil keputusan pertama saat keadaan darurat terjadi.

Keputusan yang diambil dalam hitungan detik sering kali menentukan keselamatan korban maupun petugas itu sendiri. Dalam konteks tersebut, sertifikasi kompetensi menjadi semakin penting karena memberikan standar kemampuan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengikuti Pelatihan Firefighter (FF) Level 2 di Surabaya, Jawa Timur. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi personel dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. (ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya)

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.