Guangzhou (ANTARA) - Detektor neutrino berbentuk bola transparan terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Guangdong, China selatan, merilis temuan pertamanya di jurnal Nature pada Rabu (10/6).

Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen (Jiangmen Underground Neutrino Observatory/JUNO) mulai mengumpulkan data pada Agustus 2025, dengan tujuan fisika utama untuk menentukan urutan massa neutrino.

Neutrino tidak memiliki muatan listrik dan memiliki massa yang sangat kecil, dengan interaksi yang sangat minim dengan materi. Neutrino pada umumnya dapat menembus materi normal tanpa hambatan, sehingga deteksi neutrino sangat sulit dilakukan. Di antara semua partikel elementer, neutrino merupakan yang paling sedikit diketahui.

JUNO menyelesaikan pengukuran berpresisi tinggi terhadap dua parameter osilasi utama berdasarkan analisis data valid yang dikumpulkan selama 59 hari dari 26 Agustus hingga 2 November 2025. Pengukuran tersebut menurunkan ketidakpastian terkait hingga 1,6 kali dibandingkan hasil gabungan berbagai eksperimen selama beberapa dekade terakhir.

Pengulas dari jurnal Nature berkomentar bahwa hasil ini tidak hanya memvalidasi kinerja detektor dan metodologi analisis, tetapi juga menetapkan JUNO sebagai pemain kunci dalam era presisi yang sedang berkembang dalam bidang fisika osilasi neutrino, dengan implikasi langsung untuk pengujian paradigma tiga rasa, penyesuaian osilasi global, serta penentuan urutan massa neutrino di masa mendatang.

JUNO juga dapat mengukur tiga dari enam parameter pencampuran neutrino dengan presisi lebih baik dari 1 persen, dan melakukan studi tentang neutrino supernova, geoneutrino, neutrino matahari, dan neutrino atmosfer.

Menurut tim JUNO, lebih banyak hasil akan dirilis seiring dengan terus terkumpulnya data di observatorium tersebut, yang secara bertahap akan mengungkap misteri baru tentang neutrino.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.