Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman fokus mewujudkan pesta panen pertanian di Papua melalui percepatan pembangunan sektor pertanian, dukungan anggaran terbesar sepanjang sejarah, serta penguatan produksi pangan daerah.
"Pesta panen seluruh dari Sabang sampai Merauke, dan kita fokuskan pesta panen di tanah Papua, tanah Papua," kata Mentan sebagaimana pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dia menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi mengenai polemik yang berkembang terkait pembangunan pertanian di Papua terutama ketika hadirnya film "Pesta Babi".
Mentan Amran menegaskan fokus pemerintah adalah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui peningkatan produksi pangan dan pendapatan petani.
Baca juga: Wamendagri tegaskan percepatan pembangunan KSPEAN Papua Selatan
"Alangkah indahnya kalau pesta babi kita ubah menjadi pesta panen. Anggaran Rp5 triliun ini seluruhnya untuk rakyat. Cetak sawah, bantuan kopi, kakao, pala, kelapa, sagu, ubi dan komoditas lainnya semuanya untuk masyarakat di tanahnya sendiri," ucap Amran.
Ia menambahkan, hasil pembangunan pertanian mulai dirasakan masyarakat. Harga beras yang sebelumnya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram di sejumlah wilayah Papua kini turun dan semakin mendekati harga nasional.
"Kita ingin saudara-saudara kita di Papua menikmati harga pangan yang sama dengan masyarakat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Karena itu fokus kita adalah mewujudkan pesta panen di seluruh Tanah Papua," bebernya.
Mentan Amran sebelumnya melakukan Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang dihadiri para gubernur, bupati, kepala dinas pertanian, penyuluh, dan petani dari seluruh wilayah Papua di Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6).
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.