Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengapresiasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) yang menyediakan kuota 50 mahasiswa putra-putri daerah dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah di Sulawesi Utara.

"Kita memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan. Sungguh, saya bahagia, bahwa selain Unima membuka FK, ternyata memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi. Ini adalah capaian luar biasa," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menteri Brian menilai pembangunan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat dihitung hanya dari aspek biaya.

Ia menilai skema yang dijalankan FK Unima dinilai dapat menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, Brian menyebut tim di Kemdiktisaintek juga sudah mempelajari dan segera menyebarluaskan model seleksi FK Unima ke FK lain di Indonesia, karena dinilai mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui pengembangan dokter lulusan tiap daerah.

Baca juga: Mendiktisaintek: Penerima beasiswa harus jadi talenta berdampak bangsa

Mendiktisaintek juga berpesan kepada mahasiswa angkatan pertama FK Unima untuk memanfaatkan beasiswa yang mereka terima dengan sebaik-baiknya. Lebih dari bantuan biaya pendidikan, beasiswa merupakan harapan masyarakat dan amanah dari negara untuk mewujudkan layanan kesehatan berkualitas di wilayah masing-masing.

Merespons hal tersebut, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa angkatan pertama FK Unima dilakukan melalui jalur rekomendasi pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Skema tersebut memadukan kebijakan afirmatif daerah dengan seleksi akademik berstandar nasional dan psikotes yang ketat. Seleksi mahasiswa baru FK Unima dijalankan oleh FK Universitas Brawijaya sebagai FK pembina.

Sebanyak 50 kursi disediakan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah dan dibagi secara merata antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

Namun demikian, Unima tetap mengedepankan kualitas calon mahasiswa. Pada seleksi tahap pertama, hanya 37 peserta yang dinyatakan memenuhi standar kelulusan nasional sehingga 13 kursi yang tersisa akan kembali diseleksi pada tahap berikutnya.

"Kami meyakini langkah yang kita resmikan hari ini akan menjadi gelombang perubahan besar di masa depan. Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek, pemerintah Sulawesi Utara, para kepala daerah, dan bimbingan tiada henti dari FK Universitas Brawijaya sebagai mentor, FK Unima akan tegak berdiri menjadi mercusuar keadilan kesehatan," tutur Joseph Kambey.

Baca juga: Mendiktisaintek: FK Unima perkuat akses pendidikan kedokteran KTI

Baca juga: Mendiktisaintek: Penerima beasiswa LPDP harus beri dampak kemajuan RI

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.