Pontianak (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya percepatan transformasi rumah sakit daerah melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan yang berkelanjutan guna menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

"Rumah sakit daerah memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem kesehatan nasional. Karena itu, tata kelola yang transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada hasil harus terus diperkuat," kata Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Opti Palupi Rahayuningtyas, saat mewakili Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) ke-16 di Pontianak, Jumat.

Menurut Opti, rumah sakit daerah memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan rujukan dalam sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tata kelola menjadi kebutuhan mendesak agar rumah sakit daerah mampu memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan daya saingnya.

Ia menjelaskan, transformasi rumah sakit daerah tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur dan fasilitas kesehatan, tetapi juga mencakup pembenahan sistem manajemen organisasi secara menyeluruh.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem manajemen, pengelolaan risiko yang baik, serta pembangunan budaya organisasi yang profesional menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat.

"Melalui penguatan sistem manajemen, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan risiko yang baik, serta budaya organisasi yang profesional, rumah sakit daerah akan mampu meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Selain aspek tata kelola, Kementerian Kesehatan juga menaruh perhatian pada kualitas dan kesejahteraan tenaga kesehatan yang menjadi elemen utama dalam pelayanan rumah sakit.

Opti menilai pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta sistem remunerasi yang adil dan transparan merupakan faktor penting untuk menjaga motivasi tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kesejahteraan tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian bersama. Sistem remunerasi yang transparan dan adil akan mendorong tenaga medis untuk tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di rumah sakit daerah," katanya.

Ia menambahkan, rumah sakit daerah juga perlu memperkuat sistem keuangan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan agar memiliki kapasitas lebih besar untuk berinvestasi pada pengembangan fasilitas, teknologi kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik akan menjadi salah satu kunci keberhasilan transformasi rumah sakit daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Opti juga memaparkan berbagai langkah transformasi yang saat ini terus dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan mutu Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penyempurnaan sistem rujukan layanan kesehatan, standardisasi layanan rawat inap, hingga pengembangan sistem pembayaran kesehatan yang lebih transparan dan akuntabel.

Pemerintah juga tengah mendorong transformasi sistem pembayaran pelayanan kesehatan dari skema Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) menuju Indonesia Diagnosis Related Groups (IDRG) guna menciptakan mekanisme pembiayaan yang lebih spesifik, efisien, dan sesuai kebutuhan pelayanan.

Selain itu, penerapan standar pelayanan, standar profesi, serta pedoman praktik klinis berbasis bukti ilmiah atau evidence-based practice terus diperkuat untuk menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan mutu layanan kesehatan di seluruh rumah sakit daerah.

Melalui Rakernas ARSADA ke-16, Kementerian Kesehatan berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan dalam mempercepat transformasi rumah sakit daerah di seluruh Indonesia.

Opti mengajak pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, akademisi, dan seluruh anggota ARSADA untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun rumah sakit daerah yang lebih unggul, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Momentum Rakernas ini harus menjadi pijakan bersama untuk memperkuat transformasi rumah sakit daerah. Kita ingin rumah sakit daerah tidak hanya memenuhi standar pelayanan, tetapi juga menjadi institusi yang unggul, inovatif, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat," katanya.

Baca juga: Menkes: peresmian RSUD di Krui kuatkan layanan kesehatan di 3T

Baca juga: Wamenkes: pemanfaatan AI perlu dibarengi tata kelola-etika ketat

Baca juga: Menkes minta daerah bereskan permainan pengadaan obat RSUD

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.