Moskow (ANTARA) - Empat pesawat C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan sedang memindahkan peralatan ke Jenewa menjelang kemungkinan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance untuk menandatangani kesepakatan antara AS dan Iran, demikian laporan Axios pada Jumat.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa ia telah membatalkan serangan pengeboman terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan untuk Kamis malam.
Trump menambahkan bahwa ia akan segera mengumumkan waktu dan tempat penandatanganan perjanjian dengan Teheran.
Menurut Trump, poin-poin akhir dari kesepakatan tersebut telah disetujui oleh semua pihak yang berpartisipasi, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara lainnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei mengonfirmasi bahwa naskah nota kesepahaman (MoU) dengan AS itu telah disepakati pada poin-poin utamanya, sebagaimana dilaporkan oleh Press TV Iran.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan agresi militer ke target-target di wilayah Iran yang merenggut lebih dari 3.000 nyawa.
Pada 8 April, Washington dan Tehran mengumumkan gencatan senjata yang secara formal masih berlaku hingga saat ini.
Beriringan dengan hal tersebut, proses negosiasi antara Iran dan AS terus berjalan sebagai upaya kedua negara untuk merampungkan kerangka memorandum kesepahaman.
Meski demikian, kedua belah pihak sesekali masih terlibat dalam aksi saling serang secara terisolasi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump setuju dilusi uranium Iran dilakukan di bawah pengawasan PBB
Baca juga: Trump batal serang Iran setelah tahu kesepakatan hampir final
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.