Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyatakan gejolak energi global akibat konflik di Timur Tengah menjadi momentum agar Indonesia dan Jerman meningkatkan bekerja sama dalam hal energi alternatif serta ketahanan energi.
“Perang Iran dan kelangkaan bahan bakar fosil yang terjadi adalah isyarat bahwa persoalan kali ini bukan hanya mengatasi perubahan iklim, tetapi juga menjaga ketahanan energi yang menjadi kepentingan kita bersama,” kata Dubes Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat.
Ia menyampaikan bahwa dengan ketegangan global yang terjadi, Indonesia dan Jerman punya kepentingan yang sama untuk mencari cara mengurangi ketergantungan sumber daya energi “dari wilayah tertentu yang tak dapat kita pengaruhi atau kendalikan”.
Gejolak global kali ini juga memberi insentif bagi negara-negara untuk memfokuskan pengembangan energi terbarukan agar dapat semakin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dari seberang laut, ujar Dubes Jerman.
Mengakui transisi energi merupakan proses yang dapat berlangsung lama, Beste pun mengungkapkan kesiapan Jerman untuk berbagi pengalaman, memberikan kepakaran teknis, serta membahas langkah transisi energi terbaik bersama Indonesia.
Namun demikian, dia mengakui bahwa bauran energi Indonesia dan Jerman cukup berbeda, sehingga kerja sama transisi energi harus dijalankan dengan memerhatikan kepentingan Indonesia.
Lebih lanjut, Dubes Beste menyoroti kontribusi Jerman terhadap transisi energi Indonesia, melalui mekanisme JET-P (Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan) Indonesia, berlangsung konsisten sejak diluncurkannya pada 2022.
Dari target investasi 20 miliar dolar AS untuk sektor energi terbarukan di Indonesia, Jerman telah berkontribusi hingga 1,5 miliar dolar AS hingga kini, kata dia.
Ia pun mengatakan bahwa dampak gejolak energi akibat konflik di Timur Tengah yang dirasakan menunjukkan bahwa penghentian perang di wilayah tersebut adalah sesuai dengan kepentingan bersama kedua negara.
“Indonesia dan Jerman memiliki kepentingan yang sama agar peperangan di Teluk Persia dapat segera diakhiri,” kata Dubes Beste.
Baca juga: Presiden Jerman akan melawat ke Indonesia pada 15 Juni
Baca juga: GIZ siapkan 20 juta euro untuk konservasi laut termasuk di Indonesia
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.