Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 52 lukisan karya petani China ditampilkan dalam pameran bertajuk "Warna Dasar Tiongkok" yang digelar selama dua pekan mulai Jumat (12/6) di Art:1 New Museum, Kemayoran, Jakarta. Membawa ciri khas penuh warna yang menggambarkan beragam suasana pedesaan China, karya yang dipamerkan mencakup lukisan-lukisan berusia lebih dari empat dekade hingga lukisan-lukisan terkini.
Lukisan-lukisan tersebut didatangkan langsung dari koleksi Museum Tiga Ngarai di Chongqing, China, menghadirkan kisah tentang keseharian masyarakat, tradisi, perayaan, serta hubungan yang erat antara manusia dan alam dalam kehidupan masyarakat agraris China.
"Meski berasal dari wilayah yang berbeda-beda, tema yang dihadirkan terasa dekat dengan kita, terutama karena Indonesia dan China sama-sama memiliki akar budaya agraris yang kuat, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta memiliki hubungan yang erat dengan alam dan tradisi," kata Monica Gunawan, direktur Art:1 New Museum, saat membuka pameran.
Tahun 1988 merupakan tonggak penting dalam perkembangan lukisan petani di China. Pada tahun tersebut, Kementerian Kebudayaan China secara resmi menetapkan 54 kota, distrik, dan wilayah sebagai gelombang pertama kampung lukisan rakyat modern China.Puluhan karya yang hadir dalam pameran kali ini berasal dari empat kampung lukisan rakyat modern utama, yakni Dongfeng di Jilin, Huxian di Shaanxi, Jinshan di Shanghai, dan Qijiang di Chongqing.
"Hari ini, lukisan petani China melintasi gunung dan laut menuju Jakarta. Ini bukan hanya sebuah pameran, melainkan juga sebuahundangan dari desa-desa di China yang secara tulus mengundang teman-teman Indonesia untuk memasuki ladang, halaman, perayaan, dan impian kami," kata Li Xiaosong, perwakilan dari Museum Tiga Ngarai Chongqing.
Pameran ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Gunawan, salah satu pengunjung, mengaku kagum melihat bagaimana kemampuan seni para petani di pedesaan China mampu diberdayakan dan dipamerkan hingga lintas negara. Karya-karya tersebut juga telah memberinya gambaran mengenai keindahan alam China dan hubungan yang harmonis antara petani dan alam.
Pameran ini juga menghadirkan aktivitas lainnya, seperti area khusus untuk berlatih seni cetak gosok (rubbing) dan seni gunting kertas, yang memberi kesempatan pengunjung untuk mengenal lebih banyak karya seni tradisional China.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.