New York City (ANTARA) - Insiden penembakan di Midland, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya pada Jumat (12/6) pagi waktu setempat, menurut otoritas lokal.
Wali Kota Midland Lori Blong mengatakan satu korban meninggal di lokasi kejadian, sementara terduga pelaku penembakan dipastikan tewas setelah sempat terjadi situasi ketegangan antara kedua pihak.
"Insiden penembak aktif telah berhasil diatasi, dan tersangka dikonfirmasi tewas," menurut pernyataan pemerintah Kota Midland melalui unggahan di Facebook.
Penembakan bermula di Midland tenggara, kemudian meluas ke wilayah selatan kota tersebut. Sembilan korban dibawa ke Midland Memorial Hospital dengan empat di antaranya menjalani operasi, kata juru bicara rumah sakit tersebut. Lima korban yang berada dalam kondisi stabil telah diperbolehkan pulang.
Menurut Departemen Keamanan Publik Texas, tersangka yang bernama Victor Mata Villarreal (45) telah diburu terkait upaya pembunuhan berat terhadap seorang petugas setelah diduga melepaskan beberapa tembakan ke arah polisi saat pengejaran menggunakan kendaraan pada Rabu (10/6).
Lokasi kejadian masih menjadi area penyelidikan aktif, sementara penutupan sejumlah ruas jalan di area tersebut diperkirakan akan terus diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan seiring proses investigasi berlanjut, kata pemerintah Midland dalam unggahannya di Facebook.
Masyarakat diminta untuk menghindari kawasan tersebut dan terus memantau informasi terbaru.
Pusat unifikasi keluarga juga dibuka di Midland Memorial Hospital, menurut pihak berwenang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.