Manila (ANTARA) - Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina mengatakan sanksi Beijing terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Gilberto Teodoro Jr. dan keluarganya dianggap sebagai “tindakan tidak ramah yang semakin memperumit” hubungan antara Filipina dan China.
"Meskipun pengenaan sanksi adalah hak prerogatif kedaulatan China, Filipina memandangnya sebagai tindakan tidak ramah yang semakin memperumit hubungan bilateral," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina, Analyn Ratonel , dalam sebuah pernyataan, Kamis (11/6).
"Langkah-langkah tersebut tidak berkontribusi pada pembangunan kepercayaan timbal balik, pengelolaan perbedaan secara bertanggung jawab, atau menciptakan kondisi yang diperlukan untuk keterlibatan konstruktif antara kedua negara kita," tambahnya.
Pada Kamis (11/6), China melarang Teodoro dan keluarganya memasuki daratan China, Hong Kong dan Makau, serta melarang organisasi dan individu China untuk melakukan bisnis dengan mereka.
Kementerian Luar Negeri China mengumumkan sanksi tersebut setelah menuduh Teodoro membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan "merusak kepentingan sah China serta menyabotase hubungan China-Filipina."
Pernyataan itu tidak menyebutkan secara spesifik pernyataan mana yang dimaksud.
Teodoro, seperti banyak pejabat pemerintah Filipina lainnya, vokal dalam menegaskan hak dan kepentingan Filipina atas Laut Filipina Barat.
Sumber: PNA-OANA
Baca juga: China larang Menhan Filipina masuk wilayahnya, termasuk HK dan Makau
Baca juga: China jatuhkan sanksi kepada menteri pertahanan Filipina dan keluarga
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.