Banda Aceh (ANTARA) - Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu (13/6) sekitar pukul 12.24 WIB.

Asisten Abu Doto, Muzakir Abdul Hamid, di Banda Aceh, Sabtu membenarkan bahwa mantan orang nomor satu di Aceh itu telah meninggal dunia.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, dokter Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekira pukul 12.24 WIB,” kata Muzakir Abdul Hamid.

Abu Doto menghembuskan napas terakhirnya pada usia 86 tahun, di Ruang ICU 2 RSUDZA Banda Aceh, almarhum telah menjalani perawatan di RS pemerintah Aceh itu sejak 4 Juni 2026.

Muzakir menjelaskan, meski sempat menjalani rawat jalan dalam beberapa waktu terakhir, kondisi Abu Doto kemudian memburuk hingga kembali dibawa ke rumah sakit pada dini hari tadi, sekira pukul 02.30 WIB.

“Memang beliau sudah berumur dan ada beberapa penyakit komplikasi,” ujarnya.

Jenazah Abu Doto rencananya bakal dikebumikan di kampung halamannya di Beureunuen, Kabupaten Pidie, Aceh. Setelah dilaksanakan shalat jenazah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Sebagai informasi, Zaini Abdullah merupakan pria kelahiran Sigli, Aceh 24 April 1940. Ia sekolah di sekolah rakyat setingkat SD, Pidie, SMP di Sigli, dan SMA di Banda Aceh lulus pada usia 20 tahun.

Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Lalu, menjadi spesialis penyakit kandungan dan Kebidanan di USU Medan. Lalu, ia mengambil pendidikan spesialis 'Family Doctor' di Karolinska Universitas Sjukhus Huddinge, Stockholm di Swedia.

Kemudian, Abu Doto bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan dipercaya sebagai Menteri Kesehatan GAM.

Dirinya termasuk pemimpin GAM yang menjadi anggota Delegasi GAM dalam perundingan perdamaian dengan Pemerintah RI di Helsinki-Finlandia pada 2005. Pertemuan ini menghasilkan Kesepakatan Damai Bersama (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005.

Pascadamai dan terbentuknya partai lokal, Zaini bergabung dengan Partai Aceh. Kemudian mencalonkan diri dan memenangkan Pilkada 2012 sebagai Gubernur Aceh bersama wakilnya saat itu Muzakir Manaf atau Mualem (Gubernur Aceh sekarang).

Baca juga: Gubernur minta dana otonomi khusus Aceh naik jadi 2,5 persen

Baca juga: Kemenag telah salurkan Rp85 miliar untuk penanganan bencana di Aceh

Baca juga: Pemkab Aceh Barat santuni mantan kombatan GAM

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.