Markas PBB, New York (ANTARA) - Para anggota Dewan Keamanan PBB pada Jumat (12/6) mengutuk pembunuhan seorang penjaga perdamaian Serbia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Kamis (4/6).

Menurut pernyataan pers Dewan Keamanan, personel penjaga perdamaian tersebut tewas akibat luka parah yang diderita saat proyektil mortir menghantam posisinya dan dua personel penjaga perdamaian lainnya terluka.

Para anggota dewan menyerukan PBB untuk segera menyelidiki serangan tersebut melalui UNIFIL dan mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu segera dimintai pertanggungjawaban.

Tujuh personel penjaga perdamaian UNIFIL tewas dan beberapa lainnya terluka saat menjalankan tugas mereka di Lebanon selatan sejak eskalasi konflik pada 2 Maret.

Para anggota dewan menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap UNIFIL dan mendesak semua pihak agar mengambil semua langkah untuk menghormati keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas UNIFIL, termasuk kebebasan bergerak misi tersebut.

Selain itu, para anggota Dewan Keamanan juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas teritorial, dan persatuan di Lebanon.

Mereka menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengintensifkan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon, termasuk dalam hal peralatan, material, dan dana, guna memastikan pengerahan pasukan yang efektif dan berkelanjutan di bagian selatan Sungai Litani serta meningkatkan kapasitas mereka dalam mengimplementasikan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik dalam beberapa hari terakhir, Dewan Keamanan mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertikaian, menghormati gencatan senjata 3 Juni, dan mengimplementasikan sepenuhnya Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.