Markas PBB, New York (ANTARA) - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) terus mengamati aktivitas militer ekstensif Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) di seluruh area operasinya, demikian disampaikan juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (12/6).

Menurut Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, aktivitas tersebut mencakup pergerakan kendaraan lapis baja dalam jumlah besar, operasi rekayasa dan penghancuran skala besar serta lalu lintas logistik berkelanjutan.

Dalam konferensi pers harian, Dujarric mengatakan aktivitas udara yang intens oleh pasukan Israel juga dilaporkan pada Kamis (11/6), melibatkan pesawat tempur dan berbagai jenis sistem udara nirawak.

UNIFIL mencatat 72 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh IDF. Sementara delapan serangan udara dilancarkan oleh IDF di area operasi UNIFIL pada hari yang sama.

"PBB tetap sangat prihatin atas dampak berkelanjutan dari pertempuran terhadap layanan kesehatan dan akses masyarakat ke layanan-layanan esensial di Lebanon," ujar Dujarric.

Mengutip otoritas setempat, Dujarric mengatakan serangan yang dilaporkan terjadi pada Kamis (11/6) di dekat Rumah Sakit Hiram di Distrik Tyre, Kegubernuran Selatan, Lebanon, telah melukai 10 staf serta merusak bangunan rumah sakit dan sejumlah kendaraan.

Hal tersebut merupakan setidaknya insiden kelima yang dilaporkan berdampak pada Rumah Sakit Hiram sejak eskalasi konflik dimulai pada 2 Maret.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 17 rumah sakit di seluruh Lebanon mengalami kerusakan selama periode eskalasi konflik, termasuk seluruh tiga rumah sakit di Tyre.

Dujarric mengungkapkan sebanyak 135 tenaga kesehatan dan petugas respons pertama telah tewas. Sementara hampir 400 orang mengalami luka-luka.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.