Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak warga setempat mengikuti aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon dengan mematikan lampu 60 menit, Sabtu, pukul 20.30-21.30 WIB, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi Jakarta yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Sabtu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan.
Aksi pemadaman lampu ini mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Menteri LH: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Pilah Sampah
Pemadaman lampu dilakukan di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri, serta berbagai ikon Jakarta, antara lain Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, dan kawasan Balai Kota DKI Jakarta
Aksi hemat energi ini bukan kali pertama diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Aksi serupa pernah dilakukan pada Sabtu (25/4). Hasilnya, tercatat penghematan listrik mencapai 96,91 MWh dengan efisiensi biaya Rp140.226.312.
Selain itu, aksi tersebut turut berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Baca juga: Sumbar tanam 1.000 pohon untuk pulihkan lingkungan terdampak bencana
Baca juga: Menteri LH: Kearifan lokal Bali jadi contoh pelestarian lingkungan
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.