Jakarta (ANTARA) - Indonesia Tourism Information Centre (TIC) dan Yayasan Kota Tua Jakarta menggelar kegiatan berkumpul dan bermain (Berkain) sebagai salah satu cara melestarikan budaya tradisional di tengah masyarakat.
"Tujuan kegiatan adalah ingin menampilkan budaya Indonesia, memperingati HUT ke-499 DKI Jakarta dan mengumpulkan komunitas berkain atau berkebaya," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Denny Aputra saat ditemui di Kota Tua Jakarta, Minggu.
Denny mengatakan kegiatan ini terbuka untuk umum dengan tidak dipungut biaya atau gratis.
Pengunjung atau masyarakat umum dapat mengikuti rangkaian kegiatan Berkain mulai dari memasuki museum, mengikuti forum diskusi, karnaval, lokakarya, permainan anak-anak hingga permainan angklung.
"Kami konsisten melaksanakan kegiatan Berkain setiap tahunnya dan ini yang kelima," ucap dia.
Terkait target pengunjung, pihaknya berharap masyarakat sebanyak-banyaknya mendatangi kawasan Kota Tua. Pengunjung diharapkan dapat berperan aktif dan berkolaborasi dalam acara.
Adapun rata-rata pengunjung di Kota Tua mencapai antara 7.000 hingga 11.000 orang per hari pada hari kerja, sedangkan pada hari libur bisa mencapai lebih dari 50.000 pengunjung per hari.
Kegiatan Berkain diadakan pada Minggu yang diinisiasi oleh Indonesia TIC yang merupakan kegiatan tahunan Kota Tua Jakarta.
Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan di antaranya merayakan ulang tahun Kota Jakarta dengan melestarikan dan mengembangkan Kain Nusantara yang dipakai oleh setiap peserta saat kegiatan.
Diharapkan Berkain menjadi satu hari yang sangat menyenangkan bagi warga Jakarta dan sekitarnya serta pengunjung dari luar kota dan luar negeri yang datang.
Berkain, menurut Denny, sudah melangkah pada tujuan kota Jakarta menjadi Jakarta Kota Global.
Baca juga: Rano Karno akan berkantor di Kota Tua
Baca juga: DKI integrasikan jalur MRT dan KRL lintasi kawasan Kota Tua
Baca juga: DKI mulai revitalisasi Kota Tua
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.