Jakarta (ANTARA) - Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat menyiapkan replika kota seluas 22.000 kaki persegi di Kampus Huntsville, Alabama yang dijuluki Kinetic Cyber Range untuk melatih penegak hukum serta menyimulasikan serangan siber di dunia nyata.

Diberitakan Tech Crunch, Sabtu (13/6) waktu setempat, upaya tersebut bertujuan untuk melatih para penyidik di lingkungan aman di luar kelas sekaligus dapat mempraktikkan langsung beberapa teknologi yang diadaptasi konsumen serta perusahaan baru.

Adapun replika kota itu yang dibangun secara khusus dan dibuka pada Februari 2025 itu memiliki fasilitas yang meliputi rumah dengan perabotan, hotel, pom bensin dan minimarket, gedung pengadilan, rumah sakit, dan perusahaan listrik lengkap dengan jalan dan lampu lalu lintas yang dirancang untuk meniru komunitas nyata di AS.4

Baca juga: KSP ajak masyarakat tingkatkan kesadaran lindungi data pribadi

Usai dibuka, tercatat lebih dari 1.400 siswa termasuk personel FBI dan mitra lembaga federal lainnya dilatih di tempat ini.

Setiap bagian kota dilengkapi dengan perangkat dan sistem yang berfungsi dan berperilaku seperti di komunitas atau bisnis nyata, sekaligus mencegah serangan simulasi menyebar keluar dari fasilitas tersebut.

Replika kota ini juga memungkinkan FBI untuk menyimulasikan serangan ransomware dan konsekuensi dunia nyatanya.

Melihat pada laporan kejahatan internet FBI tahun 2025, yang didasarkan pada lebih dari satu juta pengaduan, mencatat kerugian kejahatan siber di AS sebesar 20,9 miliar dolar AS, naik 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinetic Cyber ​​Range pun diharapkan bisa membantu melatih para penyelidik dalam forensik digital, yang digunakan polisi untuk membongkar pertahanan keamanan siber perangkat modern yang terenkripsi guna mengekstrak data dari perangkat, seringkali untuk tujuan membangun penyelidikan kriminal.

Baca juga: Pemerintah perkuat keamanan siber nasional hadapi lonjakan serangan

Baca juga: Jepang waspada serangan siber infrastruktur penting

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.