Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan seni dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang utuh sejak usia dini, untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membantu anak belajar mengenal diri dan dunia.

“Ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis. Dengan cara itu, kita mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia. Menjadi manusia adalah hal yang sangat mendalam dalam konteks pendidikan,” ujar Wamendikdasmen Fajar di Jakarta, Minggu.

Ia mencontohkan pameran seni lukis yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak tentang dunianya mencerminkan upaya menghadirkan ruang kebudayaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Anak, kata dia, tidak hanya tumbuh secara intelektual, namun juga secara imajinasi dan proses kreasi. Inilah proses yang diharapkan tumbuh di lingkungan pendidikan secara holistik.

“Saya memandang proses seni semacam ini, yang dibudayakan kepada anak sejak dini merupakan bagian dari upaya membentuk kesejahteraan psikologis. Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya,” katanya.

Menurut Fajar, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran yang demikian bukan hanya menunjukkan kemampuan melukis anak, melainkan juga menghadirkan imajinasi mereka tentang diri sendiri, lingkungan, dan dunia yang mereka alami sehari-hari.

Pertemuan antara karya seniman dewasa dan karya anak-anak, lanjutnya, juga menghadirkan dialog imajinatif yang memperkaya cara pandang kedua belah pihak.

“Ketika satu wahana pameran mempertemukan karya orang dewasa tentang anak dan karya anak tentang dunianya, ini menjadi perjumpaan imajinasi dan dialog antara orang dewasa dengan anak. Dari proses itu bisa lahir berbagai gagasan dan karya kreatif yang luar biasa,” katanya.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.