Nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku menuju kepedulian lingkungan.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggandeng organisasi lintas agama untuk memperkuat kolaborasi memperluas gerakan moral menjaga bumi dalam bentuk pertobatan ekologis menghadapi berbagai krisis lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengadakan pertemuan dengan Gerakan Siaga Bumi dan Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia yang dipimpin oleh Din Syamsuddin, di Kantor KLH/BPLH, Jakarta, Jumat (12/6).

Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, ia mengatakan, pertemuan membahas pentingnya penguatan nilai moral dan spiritual melalui gerakan pertobatan ekologis.

"Upaya penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan teknis dan penegakan hukum. Kita membutuhkan gerakan moral yang tumbuh dari kesadaran bersama, termasuk dari komunitas agama, untuk menjaga bumi sebagai amanah bagi generasi mendatang," ujar Menteri Jumhur.

Dalam pertemuan itu menyoroti perlindungan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk komunitas keagamaan yang memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kesadaran masyarakat.

Nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku menuju kepedulian lingkungan.

KLH/BPLH juga terus mendorong penguatan pendekatan keadilan iklim serta perubahan perilaku masyarakat, termasuk melalui pendidikan lingkungan, penegakan hukum, dan penguatan ekonomi hijau. Dalam konteks itu, keterlibatan tokoh agama dipandang semakin penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan membangun kesadaran publik.

Dia menyampaikan, penguatan kolaborasi lintas agama melalui pendekatan pertobatan ekologis menjadi salah satu kunci dalam mempercepat perubahan perilaku masyarakat. Pendekatan itu menempatkan krisis lingkungan bukan hanya sebagai persoalan teknis, tetapi juga sebagai panggilan moral dan spiritual manusia untuk kembali menjaga keseimbangan alam.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengarah Siaga Bumi dan IRI Indonesia, Din Syamsuddin, menyampaikan gerakan lintas agama ini merupakan bentuk tanggung jawab moral umat beragama dalam menghadapi krisis lingkungan.

Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2005- 2010 dan 2010-2015 itu, seluruh agama memiliki ajaran yang selaras dalam menjaga alam dan kehidupan.

"Ini adalah gerakan moral lintas agama untuk menyelamatkan bumi. Kami melihat bahwa semua agama mengajarkan nilai kebaikan dan tanggung jawab terhadap alam, sehingga kolaborasi ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong perubahan nyata di masyarakat," demikian Din Syamsuddin.

Baca juga: DWP KLH soroti peran perempuan dorong perilaku sadar lingkungan


Baca juga: Resmi Dibuka! KLH/BPLH Satukan Teknologi dan Kolaborasi Lintas Generasi di INVIROTECH 2026

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.