Ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk menyerap tenaga kerja generasi muda
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis media siber, penguatan talenta digital, dan perluasan ekosistem konten kreator di Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan berbagai subsektor ekonomi kreatif, yang semakin diminati tenaga kerja generasi muda, membuka peluang kolaborasi bersama SMSI melalui program pelatihan, penguatan kapasitas pegiat media di berbagai daerah, serta pengembangan konten digital yang mengangkat potensi ekonomi kreatif lokal ke tingkat nasional sampai global.
"Ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk menyerap tenaga kerja generasi muda sekaligus menopang kelas menengah. Tantangannya adalah bagaimana negara menghadirkan regulasi berpihak terhadap produk, karya, dan talenta kreatif yang semakin berkualitas dan kompetitif. Melalui pelatihan digital terhadap ekosistem, kami juga selalu berharap bisa membuat talenta kreatif dapat tumbuh dan naik kelas," kata Teuku Harsya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Menekraf nilai seni rupa jadi kekuatan Indonesia di kancah global
Dia menegaskan Pemerintah terus memperkuat fondasi tiap subsektor ekonomi kreatif melalui pengembangan data, akses pembiayaan, peluang pelatihan, penguatan kekayaan intelektual, hingga pembentukan ekosistem adaptif terhadap teknologi baru.
Hal itu juga sejalan dengan poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di mana saat ini era ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mengembangkan industri kreatif.
Kolaborasi bersama SMSI juga diharapkan mampu memperkuat daya saing media siber Indonesia di era digital.
"Maka, negara-negara yang ekonomi kreatifnya berkembang tentu negara yang memiliki akar budaya kuat, seperti Indonesia yang bisa mengubah kreativitas media menjadi kekuatan ekonomi," jelas Teuku Harsya.
Baca juga: Menteri Ekraf dorong IP lokal manfaatkan momentum geopolitik
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Taufiqurochman mengusulkan program pelatihan bagi anggota media siber agar mampu berkembang menjadi konten kreator.
"Kami mengusulkan dua hal, pertama terkait apresiasi dari Sahabat Pers Indonesia pada tanggal 18 Juni nanti; kedua, kami menawarkan konsep pelatihan YouTube monetize dengan harapan ada bimbingan dan pendampingan dari Kementerian Ekraf, sehingga industri media siber punya andil untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai ikon Indonesia ke depan," ucap Taufiqurochman.
Perwakilan SMSI lainnya, Nishal Dillon, sebagai Direktur Media Krisis Center, mengatakan SMSI berharap bisa turut membentuk ekosistem media yang lebih masif dan berkualitas dengan melibatkan generasi muda digital native yang mengikuti perkembangan zaman.
Baca juga: Kemenekraf siapkan pembiayaan berbasis KI untuk pelaku ekraf
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.