London (ANTARA) - Angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (13/6) malam memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di dekat Selat Hormuz agar tidak melintasi jalur strategis terebut, menurut rekaman audio dari saluran radio maritim publik.

Rekaman yang diperoleh Xinhua dari seorang awak kapal komersial yang berada di dekat selat tersebut menunjukkan angkatan laut IRGC menyampaikan peringatan kepada seluruh kapal yang beroperasi di Teluk Persia dan Teluk Oman bahwa Selat Hormuz telah "ditutup sepenuhnya" dan setiap pergerakan kapal di dalam selat itu akan ditindak secara "tegas."

"Demi kesehatan dan keselamatan Anda, mohon hindari sama sekali pergerakan apa pun di Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pesan rekaman tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (13/6) mengatakan kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu dan Selat Hormuz akan kembali dibuka segera setelahnya.

Sementara itu, militer AS pada Jumat (12/6) malam waktu setempat mengatakan bahwa pihaknya telah menembak jatuh beberapa drone Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint maritim paling penting di dunia dan rute utama bagi pengiriman minyak serta gas alam global. Lalu lintas maritim yang melintasi selat tersebut menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan terhadap kapal-kapal komersial.

Menurut angka yang dirilis oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) hingga Kamis (11/6) telah terkonfirmasi ada 46 insiden yang melibatkan pelayaran internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz dan di wilayah Timur Tengah lainnya, yang mengakibatkan 14 pelaut meninggal dunia.

Pada Rabu (10/6), IMO mengecam keras serangan terhadap sebuah kapal tanker yang dilaporkan menewaskan tiga pelaut. Militer AS kemudian mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan serangan tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.