Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur terus memperketat pemantauan gejolak harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga di pasaran.
"Kami terus melakukan pemantauan agar kenaikan harga pangan pokok di pasaran-pasaran tersebut tidak berlangsung lama," kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Langkah tersebut dinilai efektif menahan gejolak harga sejumlah komoditas strategis, meski terjadi tekanan pasokan akibat cuaca dan distribusi.
Taufik menyebut, hasil pemantauan harian menunjukkan kondisi harga pangan pokok di wilayahnya masih relatif terkendali dibandingkan bulan lalu.
Meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, pergerakannya masih dalam batas yang wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat secara signifikan.
Menurut Taufik, cabai, bawang merah, dan sejumlah jenis sayuran menjadi komoditas yang mengalami fluktuasi harga paling tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Perkuat ketahanan pangan, Jaktim tanam jagung dan sayuran di 162 titik
Bawang merah bahkan sempat menyentuh harga Rp80 ribu per kilogram, namun setelah pasokan mulai membaik, harga perlahan turun menjadi sekitar Rp55 ribu per kilogram. Harga tersebut masih berada di atas batas harga acuan bawah yang berkisar Rp50 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga umumnya dipengaruhi faktor cuaca, gangguan distribusi, serta berkurangnya produksi di daerah sentra," ujar Taufik.
Stabilitas harga pangan tidak hanya bergantung pada kondisi pasokan di Jakarta, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dari daerah produsen.
Kondisi cuaca, musim tanam, biaya logistik, hingga peningkatan permintaan saat hari besar keagamaan juga menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Selain faktor domestik, dinamika ekonomi nasional dan global juga dapat berdampak pada harga sejumlah komoditas pangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia.
Pengawasan harga akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak pasar. Dengan pemantauan yang intensif dan koordinasi lintas sektor, Taufik berharap stabilitas harga pangan di Jakarta Timur dapat terus terjaga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat pangan lewat produk unggulan tiap kecamatan
Baca juga: Sudin KPKP Jaktim awasi mutu pangan dan harga daging jelang Lebaran
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.