im Melli cenderung bakal menjadi pihak yang dominan dan bahkan menjadi tim yang memiliki kemungkinan lebih besar dalam mendapatkan tiga poin
Jakarta (ANTARA) - Laga Iran melawan Selandia Baru di Grup G di Stadion Los Angeles, California, Selasa (16/6) pagi adalah pertandingan Piala Dunia 2026 yang paling dibumbui soal non-sepak bola dan juga menghebohkan.
Hal itu terjadi karena Iran, yang tengah berperang dengan Amerika Serikat, dipersulit sedemikian rupa karena alasan politis.
Iran juga bakal menghadapi teror sengit penonton AS dan warga diaspora yang umumnya membenci rezim yang tengah berkuasa di negara itu. Iran juga tak bisa didukung suporter mereka karena terkena larangan masuk AS dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Tim asuhan pelatih Amir Ghalenoei itu terpaksa pindah base camp dari Tucson di Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana di Meksiko. Padahal semua pertandingan fase grup mereka digelar di Amerika Serikat.
Keadaan ini mesti dialami skuad Iran karena Amerika Serikat menolak memberikan visa tinggal kepada tim Iran, yang memang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Terlebih, AS sedang berperang dengan Iran.
Tim Iran tak boleh tinggal lebih dari 24 jam di AS, sehingga mereka datang arena pertandingan untuk menjalani laga, dan kemudian harus meninggalkan AS dalam hari yang sama.
Ini ujian mental dan fisik yang berat bagi Iran, dan mereka harus menjalani hal ini sebanyak tiga kali. Jika mereka lolos ke fase gugur, perjalanan mereka bisa semakin jauh lagi.
Tapi kecil kemungkinan Iran jatuh mental hanya gara-gara soal ini. Bahkan dalam keadaan dijatuhi sanksi puluhan tahun oleh Barat, mereka tetap tegak berdiri, termasuk persepakbolaan mereka.
Mereka adalah tim Asia kedua yang lebih dulu memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah Jepang.
Catatan mereka pun istimewa, hanya sekali kalah dan 13 kali menang dalam 16 pertandingan babak kedua dan ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Iran juga memenangkan tiga laga persahabatan terakhirnya menjelang Piala Dunia 2026 dengan membantai Kosta Rika 5-0, Gambia 3-1, dan Mali 2-0.
Bisa mengulang 2010
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.