Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan tetap terjaga dengan melakukan pengelolaan "impurities" atau zat-zat pengotor di kilang pengolahan minyak mentah secara baik dan maksimal.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya berkomitmen mengedepankan kepuasan konsumen dengan menghasilkan produk BBM seperti bensin, solar, dan avtur, yang berkualitas.
Menurut dia, sebelum dilepas ke pasaran, Pertamina Patra Niaga memperketat proses produksi BBM, mulai dari pengolahan di kilang, pengujian di laboratorium, hingga akhirnya sampai ke konsumen.
Roberth mengatakan salah satu upaya menjaga mutu BBM dari kilang Pertamina adalah dengan proses pengelolaan impurities.
Proses ini adalah proses mereduksi zat pengotor yang secara alami terbawa dalam minyak mentah.
Impurities adalah kandungan seperti sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri.
Proses tersebut mencegah agar zat-zat tersebut tidak mengontaminasi minyak mentah dan menghambat kinerja kilang, sehingga produk kilang tetap terjaga kualitasnya.
"Inilah yang menjadikan pengelolaan impurities sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas dan yang terpenting adalah untuk menjaga kepercayaan publik pada kualitas produk-produk BBM yang dihasilkan Pertamina Patra Niaga," jelasnya.
Baca juga: Pertamina tetapkan 10 UMKM terbaik ajang Pertapreneur Aggregator
Baca juga: Pertamina Patra Niaga libatkan masyarakat olah sampah dan limbah
Baca juga: MGPA: Formula Indonesia 2026 di Mandalika pencarian pembalap muda
Roberth menjelaskan ada tiga tahapan pengelolaan impurities di enam kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga di seluruh Indonesia.
Pertama, menjaga fleksibilitas operasi kilang melalui seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM) dan pencampuran, sehingga minyak mentah berimpurities tinggi tetap bisa diolah dengan aman.
Selanjutnya, tahap pre-treatment dan chemical treatment untuk menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam, didukung teknologi desalter, hydrotreating, dan injeksi bahan kimia pelindung korosi.
Tahap akhir, asset integrity dan reliability untuk memastikan kilang beroperasi aman dan berkelanjutan dengan material antikorosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.
"Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," jelas Roberth.
Keunggulan produk Euro 4 membuat mesin mobil lebih awet karena minim korosi, sehingga usia mesin lebih panjang.
Konsumsi BBM juga lebih hemat karena pembakaran lebih efisien.
Roberth menambahkan BBM standar Euro 4 juga ramah lingkungan.
Emisinya yang lebih rendah mengurangi polusi udara, sehingga juga mendukung kesehatan masyarakat.
"Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman," ujarnya.
Upaya ini, lanjut Roberth, sekaligus menjadi fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima.
Baca juga: Pertamina gunakan panel surya di kapal minyak untuk dekarbonisasi
Baca juga: Pakar nilai inflasi akibat kenaikan Pertamax masih terkendali
Baca juga: Pertamina Patra Niaga komitmen perbaiki tata kelola pengadaan energi
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.