Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di beranda terdepan Indonesia, salah satunya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yakni ruas jalan yang menghubungkan Desa Serindang dan Bukit Segoler. .

“Kami bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau langsung salah satu usulan Inpres Jalan Daerah (IJD) di Kabupaten Sambas. Ini bagian dari amanah dari Presiden kepada Kemenko Infrastruktur untuk memastikan program IJD benar-benar menjangkau masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah perbatasan dan etalase Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Karena itu percepatan pembangunan infrastruktur menjadi penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing daerah, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Dari hasil peninjauan, ruas jalan yang diusulkan memiliki panjang sekitar 5,4 kilometer. Sebanyak 2,4 kilometer telah dibangun oleh pemerintah daerah, sementara sekitar 3 kilometer sisanya diusulkan memperoleh dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Baca juga: BNPP perkuat data pembangunan perbatasan lewat pemutakhiran IPKP 2026

Herzaky menilai kondisi jalan saat ini masih membutuhkan penanganan serius. Sebagian ruas belum beraspal, sementara ruas yang telah diaspal masih memerlukan peningkatan kualitas agar dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau jalan ini nantinya bisa ditingkatkan kualitasnya, manfaatnya akan sangat besar. Waktu tempuh masyarakat akan lebih singkat, biaya transportasi bisa ditekan, aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat, dan akses terhadap berbagai layanan publik menjadi semakin baik,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Ruas jalan itu berada di kawasan pertanian, sekaligus terhubung dengan jaringan irigasi yang menjadi penopang swasembada pangan.

Di sektor pendidikan, jalan tersebut menjadi akses utama menuju SMP Negeri 1 serta tiga sekolah dasar di sekitar kawasan Bukit Segoler. Perbaikan jalan akan mempermudah mobilitas siswa, guru, dan masyarakat menuju fasilitas pendidikan.

Baca juga: BNPP bahas pengembangan perdagangan bebas perbatasan Malaka

Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga akan mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah karena merupakan ruas penghubung menuju sentra-sentra produksi pangan yang saat ini masih menghadapi kendala akibat keterbatasan akses jalan.

“Jalan ini sangat strategis karena mendukung swasembada pangan, ketahanan air, akses pendidikan, sekaligus mempermudah pelaksanaan program prioritas pemerintah. Karena itu, kami melihat usulan ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Herzaky.

Meski demikian, ia menegaskan usulan tersebut tetap harus melalui proses evaluasi dan penentuan prioritas bersama berbagai usulan daerah lainnya di seluruh Indonesia. Kemenko Infrastruktur bersama Kementerian PU akan terus mengawal proses tersebut agar setiap alokasi anggaran memberikan dampak yang optimal dan tepat sasaran.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.